VMware Aria Hadir Sebagai Solusi End-to-End, Percepat Perkembangan Organisasi di Era Multi Cloud

San Francisco, Gizmologi – Dalam era serba digital, penyimpanan data maupun aplikasi pada sebuah organisasi atau perusahaan kini lebih banyak berada di beragam jenis public cloud, termasuk implementasi edge computing. Selain lebih modern, tren ini juga menimbulkan tantangan baru. Untuk itu, VMware hadirkan layanan VMware Aria sebagai solusi menyeluruh bagi organisasi secara end-to-end.

Kehadiran VMware Aria diumumkan pada gelaran VMWare Explore US 2022 yang berlangsung akhir Agustus lalu, bersama dengan sejumlah inovasi dan penawaran terbaru dari VMware untuk lengkapi solusi bagi para pelanggannya. Tujuannya tentu saja untuk memungkinkan mereka terus berkembang pada era multi cloud, berikan metode yang lebih cerdas, cepat, dan juga lebih efisien biaya.

Dalam mengelola maupun menskalakan aplikasi modern dalam bentuk cloud native, terdapat tantangan seperti tingkat kompleksitas yang tentunya berbeda dari solusi sebelumnya. Portofolio manajemen multi cloud VMware Aria sendiri hadirkan solusi lengkap termasuk pengelolaan biaya, performa, konfigurasi sampai pengantaran infrastruktur dan aplikasi cloud native. Juga diperkuat dengan Aria Graph.

Baca juga: VMWare Anywhere Workspace Percepat Transformasi Lingkup Kerja Dinamis

Dukungan Komplit Untuk Layanan Cloud VMware

VMWare Aria

Dalam sebuah kesempatan daring, Purnima Padmanabhan selaku Senior VP & GM, Cloud Management, VMware sebutkan bila pengelolaan belanja cloud secara menyeluruh bisa berikan tantangan khusus. “Pengembang perlu melihat daya mengenai biaya, performa, keamanan dan konfigurasi yang acap kali tersedia di peranti berbeda, agar mereka bisa memahami semua karakteristik aplikasi yang mereka kembangkan,” jelasnya.

VMware Aria hadir membawa pendekatan API-first untuk mudahkan tim pengembang, SRE dan Platform Engineering untuk mengambil data yang relevan demi analisis dan debugging aplikasi secara cepat. Sekaligus dapat hadirkan visibilitas lengkap terkait pembiayaan, performa dan konfigurasi aplikasi sampai beban kerja di lingkungan cloud.

Baca Juga :  Rumor: Fitbit Persiapkan Sense 2 dan Versa 4 untuk Rilis di Akhir Tahun

Dalam mendukung pengelolaan cloud native dan multi cloud, ada tiga kapabilitas utama yang ditawarkan. Dua di antaranya yakni VMware Aria Cost untuk beri visibilitas dan optimalisasi terkait pembiayaan, serta VMware Aria Operations untuk insight dan solusi troubleshooting. Sementara VMware Aria Automation dapat mengotomasi dan mengonfigurasi penerapan aplikasi dan infra, serta menerapkan biaya, keamanan dan kinerja lewat praktik terbaik.

VMware Aria Graph Tenagai Aria Hub

VMWare Aria

Selain itu, VMware Aria juga didukung dengan dua teknologi lain seperti VMware Aria Graph & Aria Hub. Aria Graph sendiri merupakan penyimpanan data berbasis grafis untuk tampilkan bagaimana sumber daya dan relasi masing-masing dalam lingkungan multi-cloud, dirancang untuk mengatasi tantangan terkait operasional aplikasi dan lingkungan cloud native.

Dibandingkan dengan solusi serupa yang ada di pasar, Aria Graph bisa berikan pergerakan yang hampir real-time, lebih pas untuk kebutuhan pengelolaan multi cloud tingkat tinggi para perusahaan yang memanfaatkan arsitektur berbeda-beda untuk beragam kebutuhan. Termasuk menjalin relasi many-to-many sampai melakukan skala sampai ratusan juta obyek.

VMware Aria Graph bakal bisa segera dinikmati oleh para pelanggan dalam bagian dari Aria Hub, yakni solusi yang pertama kali diperkenalkan sejak VMworld 2021 lalu. Sehingga pelanggan nantinya dapat lakukan pemantauan dan kendali secara terpusat, dalam mengelola seluruh lingkungan multi cloud.