VIDA Penuhi Regulasi Tanda Tangan Digital, Jadi Lebih Aman

Jakarta, Gizmologi – VIDA, penyedia layanan identitas digital, berkomitmen untuk tetap mematuhi regulasi Kominfo dalam menjamin keamanan transaksi finansial melalui layanan tanda tangan digital dan e-KYC (electronicKnow Your Costumer). Layanan semacam ini diperlukan untuk memudahkan akses masyarakat terhadap layanan finansial di Indonesia yang semakin luas. Sehingga diperlukan perlindungan data konsumen oleh pihak yang kompeten di bidangnya.

VIDA menjadi pihak berwenang dalam menerbitkan tanda tangan digital berbasis sertifikat elektronik. Bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melalui penerapan standar tinggi guna menjamin perlindangan data dan mitigasi risiko keamanan digital.

“Sebagai Penyelenggara Sertifikat Elektronik (PSrE) yang di-regulate di bawah Kominfo, kami terus comply dengan regulasi yang ada. Selain itu, kami juga tercatat sebagai layanan Inovasi Keuangan Digital di OJK cluster e-KYC,” ujar Chaerany Putri, SVP Government Relations VIDA. Dalam industri, Putri pun menilai bahwa pihaknya memandang wajib untuk selalu comply dengan regulasi-regulasi yang diatur stakeholder bukan hanya sebatas persyaratan saja, tetapi merupakan investasi dan cara menjalankan bisnis.

OJK memandang bahwa tanda tangan digital sudah diakui sebagai pengganti tanda tangan basah yang biasa digunakan oleh masyarakat. Hal ini sesuai dengan UU ITE 2008 dan PP no.71 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik.

“Tentunya bagi OJK itu menjadi satu landasan hukum yang kuat. Karena sebagai tanda tangan yang sudah diakui oleh secara hukum berdasarkan PP, maka tentunya itu (tanda tangan digital) dapat digunakan oleh lembaga jasa keuangan juga, di mana sektor keuangan pun digitalisasi juga semakin marak,” terang Tony, Deputi Direktur Basel & Perbankan Internasional, Departemen Penelitian Dan Pengaturan Perbankan OJK.

Baca Juga :  Matrixport: DAO Hadir untuk Atur Cara Organisasi Beroperasi di Web3

Baca juga: OJK: Kerugian Investasi Bodong Capai Rp117,5 Triliun

Penerbitan Sertifikat Elektronik dari VIDA

VIDA
Tanda Tangan Digital menjamin keamanan bertransaksi Layanan FInansial.

Dalam praktik layanan finansial digital, prinsip kerahasiaan, integritas hingga nirsangkal sebenarnya telah diatur dalam teknologi Tanda Tangan Digital yang diperkuat dengan keberadaan sertifikat elektronik sesuai UU ITE. VIDA pun memahami hal tersebut dengan mengikuti prinsip yang diatur Kominfo salah satunya dengan melakukan tahapan verifikasi resmi.

Putri menjelaskan, “Pada proses penerbitan sertifikat elektronik tersebut, VIDA sudah mengikuti prinsip yang diatur Kominfo, sebagai regulator Tanda Tangan Digital, diantaranya ada tiga langkah.”

Langkah pertama yakni identity proofing, yang memastikan identitas pendaftar berupa data KTP dan data biometric adalah valid atau dimiliki oleh pendaftar. Kedua adalah consent, menyediakan persetujuan terhadap pengguna data pribadi serta syarat dan ketentuan pada proses pendaftaran dan penerbitan tanda tangan digital. Langkah terakhir, security atau keamanan, kami juga sudah mengikuti standar fasilitas dan perawatan yang diatur di atas regulasi Kominfo.

VIDA tercatat sebagai PSrE Indonesia pertama yang dapat sertifikat global Webtrust untuk penerapan standar keamanan internet, maupun persyaratan teknis dan sertifikat manajemen keamanan yaitu ISO 27001 dan ISO 27701. Akreditasi WebTrust memastikan keseluruhan proses yang dilakukan VIDA secara online, termasuk e-KYC dan Tanda Tangan Digital, diaudit tiap tahunnya secara independen untuk memastikan keamanan data pelanggan. Meski baru berdiri di 2018, layanan VIDA telah digunakan oleh perusahaan lintas industri, termasuk penyedia jasa keuangan seperti Kredivo, IFG Life, dan lainnya. 


Cek berita teknologi, review gadget dan video Gizmologi di Google News