Hati-hati! Trojan Mobile Banking Targetkan iOS & Android

Jakarta, Gizmologi – Dengan terus meningkatnya adopsi mobile banking di Asia Pasifik (APAC) termasuk Indonesia, Kaspersky memperingatkan akan lebih banyak serangan terhadap perangkat Android dan iOS. Khususnya, pemantauan aktif menunjukkan Trojan Anubis yang terkenal kini memberikan kombinasi Trojan mobile banking dengan fungsionalitas ransomware ke ponsel cerdas targetnya.

Baca juga: Dugaan Kebocoran 1,3 Miliar Data Sim Card Indonesia

Melihat kenyataan bahwa pengguna saat ini tidak dapat hidup tanpa smartphone, Suguru Ishimaru, Peneliti Malware Senior untuk Tim Riset dan Analisis Global (GReAT) di Kaspersky, memusatkan perhatian pada lanskap ancaman seluler di Asia Pasifik. Ia membuka kedok malware terbaru yang menargetkan pengguna iOS dan Android di wilayah Asia Pasifik.

Sugur menjelaskan, trojan anubis dikenal karena membahayakan ratusan nasabah bank per kampanye, membuktikan bahwa itu adalah salah satu malware paling aktif yang menargetkan pengguna Android saat ini. Temuan terbarunya menunjukkan bahwa penjahat dunia maya di balik ancaman ini telah mulai menerapkan fungsionalitas ransom.

“Jika modifikasi ini terbukti berhasil, kemungkinan kelompok berbahaya lainnya akan menyalin teknik yang sama untuk mencuri data dan menyandera perangkat. Akibatnya, saya melihat akan lebih banyak serangan semacam itu di Asia Pasifik karena motivasi finansial yang kuat dari para penjahat dunia maya,” kata Suguru (1/9).

Apa itu trojan mobile banking dan bagaimana cara kerjanya?

banking trojan
Ilustrasi Trojan (Foto: istimewa)

Trojan mobile banking adalah salah satu spesies paling berbahaya di dunia malware. Jenis ancaman ini mencuri uang dari rekening bank pengguna ponsel biasanya dengan cara menyamarkan Trojan sebagai aplikasi resmi untuk memikat orang agar menginstal malware.

Anubis adalah Trojan mobile banking yang menargetkan pengguna Android sejak 2017. Kampanyenya di seluruh dunia menargetkan pengguna dari Rusia, Turki, India, Cina, Kolombia, Prancis, Jerman, Amerika Serikat, Denmark, dan Vietnam.

Baca Juga :  Smartphone ZTE Kembali Rilis di Indonesia, Siap Berkomitmen Hadirkan Inovasi Terbaru

Keluarga malware ini terus menjadi salah satu bankir seluler paling umum, menurut statistik seluler terbaru Kaspersky pada kuartal kedua tahun 2022. Dalam periode ini, satu dari 10 (10,48%) pengguna unik Kaspersky secara global yang mengalami ancaman perbankan telah berhadapan dengan Trojan perbankan seluler Anubis.

Infeksi awal dilakukan melalui berbagai cara – aplikasi yang tampak resmi dan bereputasi tinggi tetapi berbahaya tersedia di Google Play, smishing (pesan phishing yang dikirim melalui SMS), dan malware Bian, Trojan mobile banking lainnya.

Setelah masuk, bankir seluler terkenal ini dapat melakukan pengambilalihan perangkat secara lengkap. Itu mulai dari mencuri informasi dan identitas pribadi, mengakses pesan pribadi dan kredensial masuk, merekam suara, meminta GPS, menonaktifkan play protect, mengunci layar perangkat, dan masih banyak lagi.

Ancaman terhadap pengguna Android dan iOS: Roaming Mantis

trojan mobile banking Roaming Mantis
Trojan Mobile Banking: Roaming Mantis

Pelaku ancaman produktif lainnya yang menargetkan pengguna mobile banking, secara global dan di kawasan Asia Pasifik, adalah Roaming Mantis. Grup ini melakukan kampanye berbahaya yang menargetkan perangkat Android dan menyebarkan malware seluler pada awalnya melalui pembajakan DNS dan kini melalui smishing.

Pakar Kaspersky telah melacak operasinya sejak 2018 dan mendeteksi hampir setengah juta serangan di Asia Pasifik dari 2021 hingga paruh pertama 2022. Sebagian besar malware telah berhasil diblokir oleh Kaspersky di Rusia, Jepang, Korea Selatan, India, dan China.

Ishimaru juga menggarisbawahi bahwa sementara kelompok penjahat dunia maya dikenal menargetkan perangkat Android, kampanye terbaru Roaming Mantis menunjukkan minat pada pengguna iOS.

Menggunakan teknik yang sama, pesan smishing yang menargetkan pengguna iOS berisikan deskripsi sangat singkat dan URL ke halaman arahan. Jika pengguna mengklik tautan dan membuka halaman arahan, ada dua skenario: Pengguna iOS dialihkan ke halaman phishing yang meniru situs web resmi Apple, sedangkan malware Wroba diunduh di perangkat Android.

Baca Juga :  Google Ajari Startup dan Mitra Lokal Keamanan Privasi Digital

Jika korban memasukkan kredensialnya ke situs web phishing, maka korban akan melanjutkan ke situs phishing 2FA (otentikasi dua faktor). Ini memungkinkan penyerang mengetahui perangkat pengguna, kredensial, dan kode 2FA.