Tren Baru Konsumen Tokopedia, Transaksi di Indonesia Timur Meningkat Drastis

Jakarta, Gizmologi – Era digital mempermudah para pegiat usaha lokal untuk menciptakan peluang, secara khusus konsumen Tokopedia. Dengan segala kemudahannya membuat daerah-daerah di bagian timur Indonesia nampaknya mulai kegandrungan berbelanja online.

Hal ini ditunjukkan melalui data Tokopedia selama periode Agustus 2021 sampai Agustus 2022. Di mana terdapat daerah-daerah dengan peningkatan jumlah transaksi paling tinggi hingga mencapai 9 kali lipat.

“Peningkatan jumlah transaksi paling tinggi di Tokopedia rata-rata 9 kali lipat peningkatannya itu daerahnya ada di Jayawijaya, Konawe Utara, Waropen, Paniai dan Pegunungan Bintang” ujar External Communications Senior Lead Tokopedia, Rizky Juanita Azuz, dalam rangka HUT ke-13 Tokopedia, Kamis, 18 Agustus 2022.

Bahkan jumlah pembeli di wilayah indonesia bagian timur melonjak cukup tajam dalam setahun terakhir. “Rata-rata peningkatannya 3,5 kali lipat itu daerahnya ada di Asmat, Halmahera, takalan, Jeneponto, dan Bantaeng. Ini juga saerahnya juga udah mulai tersebar dan Indonesia Timur ya” ujar Rizky.

Sementara, untuk daerah-daerah yang mengalami peningkatan jumlah penjual paling tinggi, dapat dikatakan cukup merata mulai dari Sabang hingga Merauke yang meliputi daerah di Pasangkayu, Pakpak Bharat, Banggai Kepulauan, Teluk Bintuni dan Kepulauan Anambas. Adapun, Tokopedia mengklaim, hal ini sejalan dengan visinya dalam upaya pemerataan ekonomi yang saat ini sudah menunjukkan tren yang positif.

“Kita punya visi untuk meratakan ekonomi secara digital, dan ini terlihat dari data yang kita punya, jadi kota-kotanya pun yang muncul adalah kota-kota yang bukan lagi kota-kota besar.” ujarnya.

Baca Juga: Upaya Tokopedia Dekatkan Penjual dengan Pembeli via Ekosistem Digital

Menjangkau Konsumen Tokopedia di 99% Kecamatan

Bersama Konsumen tokopedia
Media Gathering 13Bersama Tokopedia

Di ulang tahunnya ke-13, Tokopedia juga mengklaim telah berhasil menjamah kurang lebih 99% kecamatan di seluruh Indonesia. Di mana terdapat lebih dari 865 juta produk terdaftar yang dapat dinikmati masyarakat dalam ecommerce-nya.

Baca Juga :  Nikon Dikabarkan Setop Rilis Kamera SLR, Bakal Fokus ke Mirrorless

Menurut Herman Widjaja selaku CTO Tokopedia, upaya ini telah memberikan dampak positif karena dengan mendukung pengusaha lokal maka membuka lapangan kerja dan juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi domestik.

“Di negara seperti Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17.000 pulau, yang harusnya by default, infrastruktur seharusnya lebih susah.” ujarnya.

Baginya, transformasi digital selama pandemi COVID-19 ternyata mampu membuat UMKM Indonesia semakin tumbuh dan berkembang. Hal itu pun semakin diadaptasi oleh konsumen.

“Yang tadinya harus menunggu pelanggan datang ke tempat usaha kita, lewat adopsi digital, mendadak tempat usaha dan produk kita ada di layar genggaman calon pelanggan, di mana saja dan kapan saja,” paparnya.

Untuk diketahui, lewat inisiatif Hyperlocal, Tokopedia juga menyediakan berbagai materi edukasi bagi para UMKM, lewat Pusat Edukasi Seller. Melalui Pusat Edukasi Seller, diharapkan penjual dapat memaksimalkan penjualan. Para penjual juga dapat mendapatkan informasi lengkap lainnya di akun media sosial @tokopediaseller.


Cek berita teknologi, review gadget dan video Gizmologi di Google News