Perkuat Pasar B2B IT Service, Telkomsigma Geber Bisnis Cloud di Indonesia

Jakarta, Gizmologi – Layanan berbasis cloud diprediksi tumbuh mencapai USD$ 11 miliar atau Rp 163 triliun di tahun 2025. Berdasarkan laporan itu, PT Sigma Cipta Caraka (Telkomsigma) selaku anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (Telkom) berfokus mengembangkan bisnis cloud di Indonesia.

Ada tiga fokus portofolio bisnis yang dikembangkan Telkomsigma, yakni IT Services, Cloud, dan Digital Solution. Upaya tersebut dilatarbelakangi dengan layanan berbasis cloud yang diyakini akan menjadi kunci utama dalam penentu daya saing, yang memastikan industri berinovasi dan berkembang dengan menggunakan teknologi digital, terlebih di era industri 4.0 saat ini.

“Upaya pengembangan kapasitas dan kapabilitas cloud menjadi bentuk respon kami atas tren dan peningkatan pangsa pasar,” kata Direktur Delivery dan Operasi Telkomsigma, I Wayan Sukerta dalam keterangannya, Senin (19/9).

Telkomsigma menggabungkan benefit antara public cloud, serta private cloud untuk menjawab kebutuhan security compliance. Hal ini seiring dengan meningkatnya kapabilitas cloud, dengan didukung oleh lebih dari 370 praktisi cloud tersertifikasi.

Sebagai informasi, Telkomsigma yang telah diambil alih dan diberikan dana sebesar Rp 2,59 trilliun oleh Telkom pada April lalu, kini diposisikan sebagai digital growth engine TelkomGroup yang fokus menghadirkan solusi B2B Digital IT Services di Indonesia.

Baca Juga: IDC Prediksi 81% Perusahaan Indonesia Bakal Pakai Layanan Cloud

Bisnis Cloud di Indonesia

Bisnis Cloud
Ilustrasi platform cloud (Sumber: datastorageasean)

“Telkomsigma pun telah bertransformasi dan fokus menghadirkan solusi berbasis Digital IT Services untuk sektor B2B, dengan utamanya melalui pengembangan bisnis cloud untuk menjadi akselerator ekonomi digital Indonesia,” paparnya.

Hal tersebut sejalan dengan tingginya permintaan layanan digital dan IT infrastruktur berbasis cloud, Gartner dalam risetnya “The Future of Cloud in 2025” menyebutkan pada tahun 2025 market size cloud di Indonesia diprediksi akan mencapai Rp 39,3 triliun dengan persentase CAGR 2020-2025 sebesar 27%.

Baca Juga :  Biasa Jadi 'Link in bio' di Medsos, Linktree Luncurkan Aplikasi Seluler

Proyeksi pertumbuhan tersebut disambut baik oleh Telkomsigma yang kini tengah gencar mengembangkan kapasitas dan kapabilitas FLOU Cloud, serta membangun layanan kolaborasi dengan strategic principle melalui hybrid multicloud. Guna mewujudkan transformasi digital lebih optimal, perusahaan juga menawarkan kapabilitas hybrid multicloud yang menggabungkan benefit antara public cloud, serta private cloud untuk menjawab kebutuhan security compliance.

“Di samping itu, Telkomsigma juga tengah meningkatkan kapabilitas cloud-nya dengan sistem multizone yang didukung oleh 370+ praktisi cloud tersertifikasi dan ketersediaan IT support 24/7,” ujar Wayan.