Telkomsel & XL Axiata Tertarik Ikut Lelang Pita Frekuensi 2,1GHz

Jakarta, Gizmologi – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kembali membuka lelang untuk penggunaan pita frekuensi 2,1GHz. Operator Telkomsel dan XL Axiata pun berminat menggunakan pita frekuensi yang sebelumnya digunakan oleh operator seluler Indosat Ooredoo.

Menurut Vice President Corporate Communications Telkomsel Saki Hamsat Bramono, pihaknya akan berpartisipasi dalam kegiatan seleksi pita frekuensi 2,1GHz. Hal tersebut dilakukan guna mengedepankan prinsip GCG (Good Corporate Governance) dalam penyelenggaraan jaringan bergerak seluler yang telah diumumkan pelaksanaannya oleh Kemenkominfo.

“Keikutsertaan dalam kegiatan seleksi tersebut merupakan komitmen Telkomsel dalam memperkuat pengembangan layanan telekomunikasi berbasis digital, yang membutuhkan gelaran konektifitas jaringan broadband berteknologi terdepan, serta ketersediaan alokasi sumber daya frekuensi yang mencukupi, seiring dengan semakin cepatnya adopsi layanan digital dalam aktivitas masyarakat Indonesia,” tutur Saki dalam keterangan resmi yang diterima, Senin (29/8).

Lebih lanjut Saki menuturkan, hal tersebut sekaligus menjadi wujud konsistensi Telkomsel dalam memastikan pemenuhan kualitas pengalaman aktivitas digital masyarakat melalui dukungan konektivitas broadband yang prima dan sesuai standar cakupan merata, dengan kapasitas serta kualitas yang sesuai kebutuhan masyarakat di era transformasi digital.

Telkomsel sendiri sebelumnya telah berhasil memenangkan lelang frekuensi 2,3GHz yang digelar Kementerian Kominfo tahun lalu. Telkomsel mendapatkan dua blok yakni A dan B rentang pita frekuensi 2,3GHz dengan penawaran Rp 176.900.000.000 (Rp 176,9 miliar) per bloknya.

“Melalui dukungan konektivitas broadband yang prima dengan standar cakupan yang merata dan kapasitas serta kualitas yang setara, sesuai kebutuhan masyarakat di era transformasi digital,” imbuhnya.

Baca Juga: Kominfo Buka Seleksi Penggunaan Pita Frekuensi 2,1 GHz

XL Axiata Ikut Lelang Pita Frekuensi 2,1GHz

Hal Senada juga disampaikan Group Head Corporate Communications XL Axiata Tri Wahyuningsih yang menyatakan perusahaan berminat mengikuti lelang tersebut karena frekuensi merupakan sumber daya yang sangat dibutuhkan untuk memberikan layanan terbaik bagi pelanggan.

Baca Juga :  Kominfo Bisa Tetap Blokir PSE Terdaftar Jika Terbukti Melanggar Aturan

“Kami berkomitmen untuk mendukung implementasi 4G/5G dan digitalisasi di Indonesia, termasuk dengan mengikuti lelang frekuensi yang diadakan saat ini,” tutur Ayu, sapaan akrabnya.

Sebagaimana diketahui, seleksi ini berdasarkan Keputusan Menteri Komunikasi dan Infomatika Nomor 343 Tahun 2022 tentang Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 2,1GHz untuk Keperluan Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler Tahun 2022. Pendaftaran peserta lelang dibuka untuk operator seluler existing di Indonesia mulai 30 Agustus 2022.

Adapun objek lelangnya terdiri dari satu blok pita frekuensi 2,1 GHz sebesar 5 MHz FDD (10 MHz) pada rentang 1975–1980 MHz, berpasangan dengan 2.165 – 2.170 MHz dengan cakupan wilayah layanan nasional.