Paypal, Epic Games Sampai Steam Diblokir, Warganet Kirim Karangan Bunga ke Kominfo

Jakarta, Gizmologi – Tak sekadar menggertak saja, nyatanya sejumlah situs atau Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat akhirnya benar-benar diblokir oleh pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Setidaknya ada delapan yang telah dikonfirmasi, tak hanya Steam diblokir, namun juga platform pembayaran digital Paypal.

Selain itu, ada search engine Yahoo, Dota, Counter Strike, Epic Games, Origin, hingga Xandr. Dikutip dari detikINET, pihak resmi pun telah mengonfirmasi pemblokiran tersebut. “Iya, ada delapan PSE (yang telah diblokir),” kata Semuel Abrijani Pangerapan, Dirjen Aptika Kementerian Kominfo pada Sabtu pagi (30/7).

Baca juga: Google dkk Akhirnya Terdaftar PSE Kominfo

Tak sedikit warganet yang menyampaikan keluh kesahnya lewat akun pribadi media sosialnya masing-masing sejak pagi ini. Banyak dari mereka menyayangkan keputusan Kementerian Kominfo karena harus mengambil keputusan yang membuat Steam diblokir, hingga sejumlah situs lain yang termasuk mata pencaharian para gamer e-sports Tanah Air.

Steam Diblokir, Sejumlah Pengguna Manfaatkan VPN

ilustrasi VPN ZTNA 2.0 steam diblokir

Terpantau di media sosial Twitter, sejumlah pengguna tak hanya mengeluhkan akses Steam diblokir, namun ada juga yang memberikan sejumlah solusi seperti penggunaan VPN. Tak melulu harus berbayar, ada sejumlah metode gratis seperti menggunakan 1.1.1.1 milik Cloudflare. Namun perlu diingat, umumnya VPN gratis bakal menurunkan kecepatan hingga cukup signifikan, meski tergolong aman untuk digunakan.

Sayangnya, metode yang sama tidak direkomendasikan untuk “melewati” pemblokiran Paypal. Karena dengan begitu, akun pengguna bisa berisiko terdeteksi flag fraud dan bakal diblokir. Disarankan untuk menunggu pembaruan informasi dari Paypal dan menggunakan metode pembayaran lainnya untuk sementara waktu.

Sejumlah platform digital yang telah diblokir tersebut kabarnya sudah dikirimkan surat teguran oleh pihak Kominfo, sebagai pengingat bila kewajiban pendaftaran ini merupakan bagian dari amanat Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2020. Samuel pun mengonfirmasi pihak surat teguran berlaku lima hari kerja setelah dikirim, yakni sejak 25 Juli lalu. “Jadi dikirim 23 Juli (Sabtu), maka takedown-nya nanti (tengah) malam,” jelasnya lewat konferensi pers pada Jumat kemarin (29/7).

Baca Juga :  Rayakan 11 Tahun, Blibli Fokus Perkuat Ekosistem Omnichannel

Kirim Karangan Bunga Karena Steam Diblokir

Steam Deck

Dan benar saja, mulai pagi ini (30/7), sejumlah situs di atas memang sudah tidak bisa diakses, baik menggunakan operator seluler hingga sejumlah penyedia internet lainnya. Beberapa warganet menyebutkan situs pencarian Yahoo masih bisa diakses, dan tim Gizmologi pun memang masih bisa mengakses baik menu pencarian maupun Yahoo Mail tanpa VPN.

Salah satu pengguna Twitter, Rizki (@tilehopper) mengatakan lewat cuitan tweet-nya bila saat ini ada banyak pemain gim Dota, Valoran, hingga Counter Strike di Indonesia. Juga para pengembang gim alias developer di Indonesia yang mengandalkan Steam untuk mendistribusikan judul gimnya ke pasar internasional.

Ia pun menginisiasi untuk mengirimkan karangan bunga demi mewakili warganet yang sudah kecewa terhadap keputusan Kominfo hari ini. Lewat sebuah platform Trakteer, dari target yang awalnya ditentukan hanya Rp500 ribu saja, langsung tercapai lebih dari 300% dalam waktu beberapa jam saja.


Cek berita teknologi, review gadget dan video Gizmologi di Google News