Diterpa Badai PHK, Startup Fintech Justru Masih akan Populer di 2022

Jakarta, Gizmologi – Di tengah ramai isu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan yang belakangan ini banyak dialami perusahaan rintisan atau startup di Tanah Air. Perusahaan di finansial teknologi atau startup fintech justru masih akan menarik perhatian para investor.

Mengutip dari laman Kominfo, nilai transaksi uang secara elektronik per Februari 2022 lalu mencapai Rp 27,1 triliun, atau naik 41,35% dibandingkan periode tahun lalu. Jumlah nilai investasi fintech di Indonesia sendiri pada tahun 2020 mencapai hampir USD 180 juta.

Tercatat, layanan fintech lending telah menjangkau 27,2 juta masyarakat di Indonesia, dengan jumlah pinjaman total mencapai 14,95 triliun rupiah. Sektor fintech ini terus menjadi bidang yang banyak diminati oleh investor untuk menyuntikkan pendanaanya.

Startup Fintech Masih akan Populer

Startup Fintech

“Ini dari pengalaman saya sendiri atau pengalaman saya bertemu dengan vc lain, walaupun mereka banyak sektor agnostik, tapi interest saat ini mereka ke fintech atau fintech related,” ujar Investment Analyst di Central Capital Ventura Deandra Fidelia Marbun saat Mini Conference yang diadakan Daily Social secara virtual, Selasa (7/6).

Deandra mengatakan, saat ini walaupun banyak perusahaan venture capital (vc) dari sektor agnostik, untuk permodalan mereka banyak yang tertarik dengan fintech. Sebut saja startup fintech resmi yang hadir di Indonesia, mulai dari Bareksa, Bibit, Dana, Link AJa, Invertree dan lain sebagainya.

“Jadi memang permodalan venture capital ke fintech mungkin masih akan banyak, sama seperti tahun-tahun sebelumnya.” imbuhnya.

Baca Juga: Fintech hingga Platform Olahraga, jadi Aplikasi Populer Selama Ramadan

Lebih lanjut ia menyebut, startup fintech diprediksi akan terus populer di tahun 2022. Terbukti dengan di seluruh dunia bahwa sebuah perusahaan, nantinya juga akan menjadi sebuah perusahaan fintech.

Baca Juga :  Wacana Menkominfo Buat Search Engine Sendiri

Sebab startup fintech akan membantu infrastruktur di belakang perusahaan di sektor manapun. Adapun Potensi yang bisa dikembangkan dari startup fintech misal dari aspek infrastruktur, payments, lending (pinjaman) seperti paylater dan sebagainya.

“Sebenarnya banyak yang bisa dikembangkan, baru kita omongin vertikal fintec yang ada. Belum lagi kalau masuk ke ranah web3 atau kripto base fintech, blockchain base fintech, masih banyak sekali yg bisa dikembangkan ke area sana.” pungkasnya.