Sony Dorong Investigasi Akuisisi Microsoft Xbox-Activision

Jakarta, Gizmologi – Sony Interactive Entertainment (SIE) mendorong pemangku regulasi di Inggris Raya (UK) – Competition and Market Authority (CMA) – untuk melakukan investigasi terkait akusisi yang dilakukan Microsoft Xbox-Activision Blizzard. Hal tersebut membuat CMA melakukan investigasi lanjutan untuk menyelidiki apakah akusisi yang dilakukan akan memberi dampak negatif seperti yang dikhawatirkan Sony.

Dampak negatif yang dimaksud ialah adanya kemungkinan monopoli oleh Microsoft Xbox dari daftar game yang dimiliki Activision, yang mereka akuisisi. Seri Call of Duty dan Diablo menjadi perhatian utama dari kekhawatiran tersebut sebab keduanya merupakan game dengan tingkat popularitas tinggi dengan gamer loyal bejibun.

Dikutip dari gameindustry.biz, perwakilan Sony keberatan dengan akusisi Xbox-Activision,”Dengan memberikan Microsoft kontrol terhadap game Activision seperti Call of Duty, membuat kesepakatan tersebut memberi implikasi negatif bagi gamers dan industri game di masa depan. Kami ingin menjamin gamer Playsation dapat memainkan game berkualitas, dan kami mengapresiasi fokus CMA untuk melindungi gamer.”

Pernyataan tersebut menuai banyak kritik dari para gamer yang merasa bahwa selama ini justru Sony-lah yang memberi implikasi negatif dalam perkembangan industri game. Apalagi Sony banyak memegang lisensi eksklusif game-game populer di pasaran. Banyak yang menilai bahwa langkah tersebut dilakukan hanya untuk ‘melindungi’ gamer Playstation saja.

Baca juga: Ubisoft Garap Game Mobile Buat Platform Netflix

Microsoft Terus Berkembang dengan Xbox Game Pass

Microsoft

Dalam beberapa tahun belakangan, Microsoft memang menunjukkan langkah progresif dalam industri game global. Selain Activision Blizzard, perusahaan asal Amerika Serikat ini juga telah mengakuisisi Ninja Theory, Zenixmedia, maupun Dischord. Akuisisi dilakukan untuk memperkuat deretan pustaka game serta menciptakan ekosistem game masa depan yang mereka harapkan lewat fitur streaming game di Xbox Game Pass.

Baca Juga :  Xiaomi Mi Band 7 Punya Layar 25% Lebih Besar, Rilis Bareng Redmi Buds 4

Ketidakmampuan untuk menciptakan pasar game eksklusif yang potensial, sehingga selalu kalah dari Sony dari segi penjualan konsol dan game, pada akhirnya membuat Microsoft terus berbenah. Pengembangan Xbox Game Pass terbaru menjadi bukti nyata keberhasilan Microsoft menyongsong industri game masa depan. Layanan di dalam Xbox Game Pass sejauh ini telah berhasil meningkatkan gairah bermain di kalangan gamer secara online/ streaming.

Xbox Game Pass juga diarahkan untuk menghilangkan sekat platform game yang digunakan. Sehingga pengguna smartphone, PC, hingga konsol dapat bermain bersamaan selama menggunakan aplikasi serupa. Mereka juga dapat bermain di manapun dan kapanpun. Apalagi belakangan daftar game di Xbox Game Pass semakin bertambah menarik, salah satunya lewat kehadiran Assasin’s Creed Oddysey.

Berkembangnya Xbox Game Pass bisa jadi salah satu sebab kekhawatiran Sony bahwa rival mereka akan menjadi semakin besar. Apalagi baru-baru ini, Sony justru menaikkan harga jual konsol Playstation 5 disebabkan alasan resesi ekonomi.