Resmi Dibeli Sony Bungie Siapkan Layanan Live Game

Jakarta, Gizmologi – Sony Interactive Entertainment akhirnya merampungkan akuisisi Bungie dengan manis lalu mengabarkannya di cuitan Twitter, bahwa kini mereka menjadi satu keluarga. Pengumuman mengenai akuisisi ini sendiri telah dilakukan sejak Januari lalu, sampai akhirnya mencapai kesepakatan sekitar senilai US$3,6 miliar. Kini Sony akan mulai fokus untuk mengembangkan proyek game masa depan bersama dengan developer pembuat Destiny 2 tersebut.

Lewat rilis di web resmi, Pete Parsons selaku CEO Bungie mengatakan bahwa mereka masih akan terus menghasilkan produk secara independen. “Kami akan melanjutkan proses publikasi dan kreativitas pengembangan game secara independen. Game kami akan terus ada di mana komunitas berada, di mana pun mereka bermain,” ujar Pete.

Bagi Pete, akuisisi dari Sony juga berarti membuka peluang akselerasi lewat rekrutmen talenta berkualitas dalam upaya mendukung visi ambisius perusahaan.

Di sisi lain, Sony memiliki rencana untuk Bungie di masa mendatang. Terutama terkait perluasan model layanan live game di masa mendatang. Jim Ryan, CEO dan Presiden Sony Interactive Entertainment sempat mengutarakan bahwa pihaknya ingin meningkatkan layanan live dan memperbanyak jumlah pelanggan dari Playstations. Salah satunya dengan mengakuisisi pengembangan berpotensi seperti Bungie.

Baca juga: Majamojo Sasar 114 Juta Gamer di Pasar Game Mobile Indonesia

Akuisisi Bungie Bukan yang Terakhir

destinythumb 1607620044156
Destiny kini resmi berada di bawah bendera Sony Interactive Entertainment.

Akuisisi Sony pada Bungie bukan satu-satunya kesepakatan yang terjadi, sebab pada Maret lalu, mereka juga telah mencapai kesepakatan dengan Haven Studio. Pengembang game asal Montreal tersebut resmi menjadi bagian dari Sony dan akan mengembangkan game untuk perusahaan asal Jepang tersebut.

Akuisisi studio game kecil-menengah oleh perusahaan besar memang semakin sering terjadi. Proses ‘pencaplokan’ dilakukan sebagai bagian dari usaha perusahaan untuk mengembangkan ekosistem game yang semakin masif. Di tengah perubahan industri game kini yang membutuhkan kolaborasi berbagai elemen berbeda.

Publik pun kini sedang menantikan penyelesaian akuisisi Microsoft terhadap Activision Blizzard dengan nilai fantastis US$68,7 miliar. Akan menarik melihat arah pengembangan industri game di bawah persaingan dua raksasa elektronik global tersebut nantinya.

Baca Juga :  Janji Menkominfo Rampungkan Pembangunan BTS 4G di Kawasan 3T