Apa itu Tren Social Commerce? Bikin Transaksi Tokopedia Melonjak

Jakarta, Gizmologi – Salah satu tren belanja daring yang tengah disukai saat ini adalah social commerce. Tren social commerce adalah cara memanfaatkan media sosial sebagai kendaraan untuk mempromosikan, menjual produk dan juga jasa.

Gagasan social commerce berkembang lebih jauh dengan melibatkan pembeli. Biasanya para penjual memanfaatkan sejumlah aplikasi media sosial populer untuk memasarkan dagangannya, seperti Instagram, Facebook, Twitter, Pinterest, Youtube dan TikTok.

Karena tren social commerce itu pula, platform media sosial pun menyediakan fitur seperti tombol “buy now” maupun “shop” untuk memudahkan berbelanja langsung dari aplikasi. Tak hanya platform media sosial, perusahaan e-commerce pun mengantisipasi tren tersebut.

Baca juga: Tren Belanja Online 2022: Hyperlocal Hingga Livestream Shopping

Salah satunya adalah Tokopedia, perusahaan e-commerce yang sudah berusia13 tahun ini pun terus berkiprah meningkatkan pemanfaatan teknologi untuk memudahkan masyarakat dalam berbelanja maupun berjualan daring. Mereka mengembangkan layanan social commerce untuk memudahkan pengguna berbelanja dengan unsur sosial.

“Sejumlah pemanfaatan teknologi, khususnya di era social commerce ini, adalah Tokopedia Play, kanal video streaming yang mempertemukan penjual dan pembeli lewat tayangan dan penawaran menarik, dan program Tokopedia Affiliate, dimana pengguna berkesempatan mendapat penghasilan tambahan dengan merekomendasikan produk dari Tokopedia,” ungkap Head of Sales Operation & Product Tokopedia, Nirmala Rahmawati Hapsari.

Fitur Social Commerce Tokopedia Play Bikin Transaksi Melonjak Lebih dari Tiga Kali

Tokopedia Play Social Commerce
Kanal Tokopedia Play

Lewat kanal video streaming Tokopedia Play yang diluncurkan sejak 2018, masyarakat bisa mencari inspirasi sembari berbelanja. Fitur ini menghadirkan berbagai tayangan menarik, seperti live shopping, memasak, olahraga, berkreasi dan masih banyak lagi–sambil berbelanja, atau sebaliknya. Mereka juga dapat berinteraksi langsung dengan penjual untuk memahami rincian produk sekaligus memanfaatkan penawaran spesial.

Baca Juga :  Begini Tanggapan PayPal yang Diminta Daftar Sebagai PSE Indonesia

“Nilai tambah tersebut membawa peningkatan jumlah transaksi melalui Tokopedia Play sebesar lebih dari tiga kali lipat selama enam bulan terakhir, dibandingkan enam bulan sebelumnya. Makassar, Denpasar, Indramayu, Jambi, dan Balikpapan menjadi wilayah dengan peningkatan jumlah transaksi paling tinggi di Tokopedia Play,” jelas Nirmala.

Di sisi lain, dengan Tokopedia Play, penjual dapat membangun brand awareness, meningkatkan penjualan dan memperoleh modul edukasi seputar bisnis online untuk mengembangkan usaha. “Selama enam bulan ke belakang, peningkatan jumlah penjual yang menggunakan Tokopedia Play tercatat lebih dari tiga kali lipat, dibanding enam bulan sebelumnya,” tambah Nirmala.

Pekalongan, Denpasar, Medan, Bandung, dan Semarang menjadi beberapa wilayah dengan peningkatan jumlah penjual paling tinggi di Tokopedia Play. Sedangkan Klaten, Cilegon, Madiun, Tegal, dan Tasikmalaya adalah beberapa wilayah dengan peningkatan jumlah pembeli paling tinggi.

Kesehatan, Kecantikan, Makanan dan Minuman, Rumah Tangga, dan Fesyen menjadi beberapa kategori yang paling diburu masyarakat lewat Tokopedia Play setahun ke belakang.

Jumlah ‘Tokopedia Affiliate’ Terdaftar Mencapai Ratusan Ribu

Tokopedia Affiliate ByMe

Lewat program Tokopedia Affiliate, masyarakat bisa mendaftar sebagai Affiliate dan mempromosikan jutaan produk yang ada di Tokopedia menggunakan link khusus, di media sosial mereka. Jika produk berhasil terjual melalui link khusus itu, Affiliate tersebut akan mendapatkan komisi hingga 10%.

Selain membuka kesempatan kepada Affiliate untuk menambah penghasilan, program ini juga membantu penjual di Tokopedia untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan penjualan. Program ini di sisi lain dapat membantu masyarakat umum mengakses produk yang sudah direkomendasikan oleh Affiliate sekaligus kerabat atau rekan terpercaya mereka.

“Sejak diluncurkan pada Maret 2022, jumlah Affiliate terdaftar sudah mencapai ratusan ribu. Kabupaten Bogor, Jayawijaya dan Sidoarjo menjadi wilayah dengan peningkatan jumlah Tokopedia Affiliate terdaftar paling tinggi selama tiga bulan terakhir dibanding tiga bulan sebelumnya,” kata Nirmala.

Baca Juga :  Virtus Showcase 2022, Hubungkan Pelaku Usaha ke Edge Computing

Selain itu, Kecantikan, Kesehatan, Makanan dan Minuman, Handphone dan Tablet, serta Ibu dan Bayi menjadi beberapa kategori yang paling banyak direkomendasikan dan dibagikan di media sosial oleh para Tokopedia Affiliate terdaftar.

“Di umur Tokopedia yang ke-13 ini, kami harap para Tokopedia Affiliate terdaftar dapat terus berkolaborasi membantu UMKM beradaptasi dengan perkembangan era digital 13ersama Tokopedia–khususnya karena Tokopedia terdiri dari sekitar 12 juta penjual yang hampir 100%nya UMKM,” tutup Nirmala.