Perusahaan Jepang NTT Siapkan Proyek Kabel Internet Bawah Laut Trans-Pasifik

Jakarta, Gizmologi – Anak usaha NTT Ltd. Japan Corporation, Mitsui &Co., Ltd., PC Landing Corp, dan JA Mitsui Leasing, Ltd. mengumumkan proyek pembangunan “JUNO,” sistem kabel internet bawah laut trans-Pasifik yang baru. Jaringan kabel bawah laut ini diklaim terbesar dengan berkapasitas maksimum 350 Tbps, yang akan beroperasi antara Jepang dan Amerika Serikat.

President and Chief Executive Officer NTT Ltd. Japan Corporation Takanobu Maeda mengatakan, pembangunan ini dilakukan seiring dibutuhkannya bandwith kapasitas yang besar secara global. Pasalnya menurut firma analis industri telekomunikasi terkemuka, TeleGeography, bandwidth internet global meningkat sebesar 29% pada tahun 2021.

Pertumbuhan ini diperkirakan akan terus meningkat didorong oleh penerapan teknologi komputasi 5G, IoT, dan edge. Apalagi, dengan jaringan kabel Jepang-AS yang kapasitasnya hampir penuh, JUNO sangat dibutuhkan untuk memenuhi lonjakan permintaan bandwidth internet global.

“Dengan pertumbuhan pesat ekonomi digital global dan meningkatnya permintaan akan solusi cloud dan latensi yang lebih rendah, sektor kabel internet bawah laut semakin krusial bagi infrastruktur internet global. Kabel bawah laut baru ini adalah upaya bersama terkini yang dipimpin NTT dalam sejarah dan membanggakan dalam menyediakan infrastruktur internet global yang andal,” tutur Takanobu Maeda dalam keterangan resminya, Selasa (9/8/2022).

Lebih lanjut Jepang, kata Takanobu terletak di tengah-tengah antara AS dan pasar utama Asia, memainkan peran penting sebagai “Data Hub” di kawasan Asia-Pasifik. Untuk itu, JUNO diharapkan dapat melengkapi jaringan kabel bawah laut serta kunci untuk mendukung tulang punggung internet global, dan pertumbuhan lebih lanjut di negara-negara Asia-Pasifik dan di seluruh dunia.

Baca Juga: Kabel Bawah Laut INDIGO Siap Hadirkan Koneksi Super Cepat di Australia, Indonesia & Singapura

Baca Juga :  Review Samsung Galaxy Buds 2 Pro: Jauh Lebih Nyaman, Mode Transparan Pintar

Proyek Kabel Internet Bawah Laut

JUNO
Kabel Internet Bawah Laut

JUNO, sistem kabel bawah laut trans-Pasifik yang baru, menawarkan beberapa manfaat unik bagi pelanggan, yaitu menggunakan teknologi Space Division Multiplexing (SDM) terdepan yang memungkinkan penyediaan 20 pasangan serat optik (40 inti) per kabel (teknologi konvensional saat ini menyediakan maksimum 16 pasang serat atau 32 inti).

“Menawarkan ketahanan tinggi dengan menghubungkan ke dua stasiun pendaratan terpisah di antara Jepang dan AS, memberikan keamanan dan ketahanan tambahan terhadap potensi gangguan karena kondisi cuaca yang buruk, terutama di sepanjang wilayah pesisir Jepang.”

Sistem kabel yang ada antara Jepang dan AS juga memberikan fleksibilitas, karena JUNO dapat mengubah jumlah bandwidth ke setiap rute cabang sesuai dengan permintaan dan sebagai jawaban atas kebutuhan pelanggan yang terus berkembang.

Seren akan menyediakan layanan jaringan yang cepat dan andal bagi perusahaan teknologi global besar, OTT, operator telekomunikasi, dan sebagainya, sehingga memungkinkan mereka untuk memperkuat kapasitas telekomunikasi antara AS dan Asia melalui penjualan, operasi, dan dukungan manajemen yang andal dan aman.

Selama ini NTT telah menjadi pusat pengembangan dan operasi infrastruktur internet global selama bertahun-tahun dengan peran penting dalam beberapa proyek kabel bawah laut, termasuk JUPITER, MIST, ASE, APG, PC-1, APRICOT dan sekarang JUNO. JUNO diperkirakan akan mulai beroperasi pada akhir tahun 2024.


Cek berita teknologi, review gadget dan video Gizmologi di Google News