Pluang Beri Kemudahan Akses Dana Pensiun Berbasis Teknologi

Jakarta, Gizmologi – Pluang memperkenalkan inovasi produk dana pensiun berbasis teknologi di Rakernas Perkumpulan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan daya tarik layanan dana pensiun bagi masyarakat Indonesia.

Director of Business Development and Partnerships Pluang, Andreas Agung Hendrawan menjelaskan, strategi finansial menjelang masa pensiun sangat penting. Menurut Agung, dana pensiun merupakan investasi jangka panjang yang perlu disiapkan sejak dini.

“Masa pensiun sejahtera dan bebas dari beban finansial merupakan idaman semua orang. Dengan menentukan tujuan pensiun sedari dini dan mengenal bentuk investasi di platform digital, para peserta dana pensiun bisa memiliki pilihan lebih luas untuk mendiversifikasi aset investasinya dan memilih instrumen yang sesuai dengan profil risiko masing-masing,” paparnya beberapa waktu lalu.

Untuk diketahui, per Desember 2021 lalu, industri DPLK telah mengelola aset Rp 114 triliun dengan lebih dari 3,1 juta peserta. Namun bila dibandingkan jumlah pekerja di sektor formal yang mencapai 56 juta dan informal 70 juta, angka kepesertaan DPLK tergolong masih rendah.

Baca Juga: Berlisensi Bappebti, Pluang Tawarkan Investasi Emas Digital

Investasi Dana Pensiun

Pluang Dukung Rakernas Perkumpulan Dana Pensiun Layanan Keuangan

Adapun peningkatan literasi terkait Layanan dana pensiun juga akan berdampak positif pada jumlah peserta Layanan Dana Pensiun di Indonesia. Terbukanya akses informasi terkait dana pensiun diharapkan dapat membantu lebih banyak masyarakat mencapai kemandirian finansial di masa tua.

“Digitalisasi DPLK memang jadi keharusan di tengah era digital seperti sekarang. Perkumpulan DPLK sangat mendukung realisasi kemudahan akses DPLK melalui digitalisasi program pensiun yang berbasis teknologi. Agar peserta DPLK terus bertambah dan aset yang dikelola tumbuh signifikan,” kata Ketua Umum DPLK Nur Hasan Kurniawan.

Mengingat rata-rata umur pensiun di Indonesia adalah 57 tahun dengan angka harapan hidup di rentang 69 hingga 73 tahun, menurut Badan Pusat Statistik. Masyarakat Indonesia perlu menyiapkan bekal hidup di jeda waktu belasan tahun tersebut, termasuk biaya kesehatan, kebutuhan rumah tangga sampai dana darurat.

Baca Juga :  Spesifikasi & Desain ASUS Zenfone 9 Bocor, Bakal Segera Hadir Resmi?