5 Tips Pastikan Privasi dan Keamanan Remaja Saat Daring Memakai Gawai

Para remaja di Indonesia saat ini mungkin saja secara diam-diam melakukan interaksi internet. Mereka mencari pertemanan dan menjalin relasi dengan orang-orang baru yang belum dikenalnya. Bahkan sebagian dari mereka tertarik membuka pertemanan dengan orang-orang yang berasal dari luar Indonesia.

Tanpa kita sadari, mereka mengunduh sejumlah aplikasi sosial dan pertemanan yang tersedia secara gratis seperti Omegle, Ometv dan lain sebagainya.

Dengan aplikasi-aplikasi seperti ini, mereka berharap akan dapat menemukan teman-teman dari berbagai latar belakang. Interaksi sosial adalah suatu hal yang sah-sah saja. Sebagai makhluk sosial, manusia diciptakan untuk berinteraksi dengan orang lain.

Baca juga: 7 Cara Ampuh Mengoptimalkan PC Gaming

Tapi bagaimanapun juga para remaja kita harus dilindungi dari ancaman bahaya online seperti intimidasi online, peretasan data, dan percobaan phishing. Para pelaku kejahatan siber seringkali menargetkan para remaja kita yang kurang sadar akan ancaman-ancaman yang merugikan seperti itu.

Hal ini tentu saja menjadi kewajiban para orang tua di tanah air untuk memberikan perlindungan kepada mereka dari segala kejahatan online yang tidak mustahil akan terjadi. Lalu bagaimana caranya sebagai orang tua dapat memastikan adanya privasi dan keamanan untuk para remaja ?

Berikut ini ada sejumlah cara untuk memastikan kedua hal tersebut:

1. Gunakan PIN untuk setiap perangkat elektronik anak remaja

Terkadang para remaja akan merasa jengkel dengan penerapan PIN di perangkat elektronik mereka, termasuk PC Komputer, laptop, HP hingga tablet mereka. Selain PIN, bisa juga digunakan sidik jari atau pengenalan wajah. Tapi ini adalah salah satu cara terbaik yang dapat Anda lakukan untuk menyediakan privasi dan keselamatan anak-anak remaja Anda. Bukan apa-apa, anak-anak remaja cenderung untuk bersikap ceroboh. Ponsel pintar mereka hilang atau tertinggal di suatu tempat, atau lebih buruk lagi, jadi sasaran empuk para perampas dan pembegal yang kini mulai marak berkeliaran di sejumlah kota di Indonesia.

Baca Juga :  Lepas dari Huawei, Leica Kini Pindah ke Pelukan Xiaomi
ilustrasi smartphone media sosial video pendek
Ilustrasi (Foto: 123rf/ferli)

2. Gunakan antivirus pada gawai yang dipakai remaja

Antivirus itu adalah fondasi utama untuk perlindungan online anak-anak remaja Anda. Antivirus terbaik akan menyediakan segala fitur perlindungan secara lengkap seperti perlindungan firewall, deteksi phishing, pengelola password, dan sebuah VPN. Dan kini Anda dapat membeli antivirus paling baik dan efektif secara online dengan berbagai harga yang ditawarkan.

3. Gunakan kata sandi yang cukup kuat

Silahkan gunakan kata sandi/password yang unik, rumit dan panjang sehingga akan sulit ditebak oleh para peretas online. Dan sebaliknya, segera ubah kata sandi yang simpel Anda menjadi kata sandi yang akan sulit untuk ditebak. Untuk itu Anda dapat menggunakan sebuah pengelola password untuk membuat dan menyimpan kata sandi yang kuat dan cukup unik untuk anak-anak remaja Anda.

iOS 14
Menjadi major update, ukuran pembaruan iOS 14 berkisar 2GB.

4. Update software dan perangkat secara berkala

Salah satu cara memberikan privasi dan keamanan online pada anak-anak remaja Anda adalah dengan terus-menerus meng-update sistem-sistem operasi dan aplikasi-aplikasi. Update ini akan menyediakan kepada Anda fitur-fitur dan penambahan terakhir, dan tentu saja akan membantu Anda mengantisipasi para peretas yang ingin mencuri data-data pribadi para remaja Anda. Banyak update sistem operasi dan aplikasi akan mencakup perbaikan dan penambahan keamanan, yang dapat mencegah terjadinya kejahatan siber yang menargetkan perangkat anak-anak Anda.

5. Lakukan diskusi dengan anak-anak remaja

Anda perlu mengadakan diskusi dan membuka obrolan dengan anak-anak remaja secara berkala. Anda dapat menanyakan banyak hal seputar kegiatan online mereka. Misalnya saja menanyakan apa saja game-game favorit mereka atau aplikasi sosial yang sedang digunakan.

Pertanyaan-pertanyaan simpel seperti ini akan membuat kamu selaku orang tua faham dunia anak-anak Anda yang sebenarnya dan mengerti bagaimana caranya untuk menyikapi kebimbangan dan kegelisahan mereka.