Modernisasi Sektor Pertanian, Gokomodo Perluas Jangkauan Platformnya

Jakarta, Gizmologi – Sektor pertanian di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan akibat pemanfaatan teknologi digital yang masih rendah. Menjawab tantangan itu, startup agritech Gokomodo merilis dua platform utama untuk mendorong terciptanya ekosistem digital secara khusus di industri agrikultur Indonesia.

Apalagi, Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki 42,3 juta hektar lahan agrikultur. Di mana sektor ini menyumbang 14% dari Produk Domestik Bruto (PDB) dan, mempekerjakan sepertiga dari total angkatan kerja di Indonesia.

Padahal, menurut riset McKinsey tahun 2020, pemanfaatan teknologi digital dalam sektor pertanian bisa membawa dampak positif bagi para petani dan meningkatkan output ekonomi hingga Rp94.846 triliun atau $6,6 miliar per tahun.

“Kami berupaya menjembatani kendala yang dimiliki buyer dan seller. Digitalisasi proses bisnis untuk menciptakan ekosistem digital yang menguntungkan kedua belah pihak adalah solusi yang dapat kami tawarkan,” kata CEO dan Co-founder Gokomodo Samuel Tirtasaputra dalam pernyataan persnya, Senin (11/7/2022).

Gokomodo sendiri merupakan startup B2B platform yang bergerak pada rantai pasok, e-commerce, dan jaringan distribusi untuk agribisnis. Gokomodo juga membuka akses seluas-luasnya agar masyarakat bisa mendapatkan produk agrikultur berkualitas, dengan kemudahan akses dan harga kompetitif.

Saat ini, sistem platform eProcurement Gokomodo terus berkembang pesat dan memiliki lebih dari 2.000 seller dan puluhan buyer, terutama untuk produk kelapa sawit. Ekosistemnya telah dipercaya oleh para pemain besar di sektor tersebut, seperti Sampoerna Agro, First Resources Ltd., Bumitama Gunajaya Agro Ltd., dan Global Palm Resources.

Baca Juga: Telkom dan Jepang Kerjasama Bangun Ekosistem Pertanian Digital

Modernisasi Sektor Pertanian

Tidak hanya untuk perusahaan, Gokomodo juga mengembangkan ekosistem digital yang dapat dimanfaatkan dengan baik oleh smallholders. Gokomodo akan selalu berusaha agar para pemangku kepentingan mendapatkan produk yang berkualitas dengan harga kompetitif dengan akses yang mudah, katanya.

Baca Juga :  Tarif Paket Bebas Tanpa Batas IndiHome, Biaya Langganan Lebih Ekonomis

Selain eProcurement, Gokomodo juga menjadi platform terlengkap yang mengkhususkan diri di bidang agricommerce, khususnya perkebunan, memperjual-belikan segala kebutuhan sektor agrikultur di gokomodo.com, mulai dari alat perkebunan, perlengkapan keselamatan, produk agrokimia, hingga pupuk dan material umum.

“Platform eProcurement dan Agricommerce Gokomodo menyediakan direktori lengkap, tidak hanya produk kebutuhan agrikultur berkualitas, namun juga produk alat bangunan, alat keselamatan, serta dapat menerima permintaan untuk produk lainnya secara spesifik melalui layanan customer service,” kata Rizky Amalia dari First Resources Ltd.

Gokomodo memiliki banyak fitur andalan yang memudahkan digitalisasi proses pengadaan (procurement), mulai dari tahap Request for Quotation (RFQ), Tender, hingga Konfirmasi Pembelian dapat dilakukan secara praktis.

Berbagai fitur eProcurement Gokomodo bertujuan untuk mewujudkan transparansi dan kemudahan pada proses procurement sektor agrikultur. Selain itu, segala riwayat aktivitas pengadaan akan disimpan secara digital oleh Gokomodo sehingga dapat diakses kembali apabila dibutuhkan.