Meta Ciptakan Mesin AI yang Bisa Terjemahkan 200 Bahasa

Jakarta, Gizmologi – Raksasa media sosial, Meta platform .Inc membangun satu model mesin AI (Artificial intelligence) yang mampu menerjemahkan 200 bahasa berbeda. Inisiatf ini diciptakan para peneliti AI di Facebook melalui No Language Left Behind (NLLB) sebagai upaya untuk mengembangkan kemampuan mesin penerjemah berkualitas tinggi.

Proyek ambisius Meta ini telah membuahkan satu model AI bernama NLLB-200 yang diklaim lebih akurat daripada teknologi sebelumnya. “Penerjemah ucapan universal” sebut Meta yang akan disematkan pada Facebook, Instagram hingga VR dan AR.

“Saat membandingkan kualitas terjemahan dengan penelitian AI sebelumnya, NLLB-200 mencetak skor rata-rata 44% lebih tinggi. Untuk beberapa bahasa di Afrika dan India, terjemahan NLLB-200 bahkan sekitar 70% lebih akurat,” ungkap Facebook seperti dikutip dari The Verge, Selasa (19/7).

Mesin penerjemah ini tidak hanya memungkinkan Meta untuk lebih memahami penggunanya, tetapi juga dapat menjadi aplikasi dasar yang mungkin disematkan pada kacamata augmented reality buatannya.

Guna mengevaluasi dan meningkatkan kemampuan NLLB-200, Meta juga membangun FLORES-200, sebuah kumpulan data yang memungkinkan para ilmuwan dan peneliti untuk menilai kinerja model AI ini dalam 40.000 arah bahasa berbeda. Meta pun mengajak serta peneliti yang bekerja di bidang linguistik, terjemahan mesin, dan teknologi bahasa, juga dipersilakan untuk menyampaikan lamarannya kepada Facebook.

“Kontribusi utama di sini adalah data dan yang penting adalah 100 bahasa baru [yang dapat diterjemahkan oleh model Meta],” kata Profesor Alexander Fraser, seorang ahli linguistik komputasi di LMU Munich di Jerman.

Ajak Peneliti dan Ilmuan untuk Mengembangkan Mesin AI

Selain itu, Facebook juga memberikan dana hibah senilai USD 200.000 untuk penggunaan NLLB-200 yang berdampak bagi peneliti dan organisasi nirlaba dengan inisiatif yang berfokus pada keberlanjutan, ketahanan pangan, kekerasan berbasis gender, pendidikan, atau bidang lain untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals, SDG).

Baca Juga :  AWS Cloud Day 2022, Dorong Pemanfaatan Komputasi Awan di Tanah Air

“Kemajuan penelitian ini akan mendukung lebih dari 25 miliar terjemahan yang disajikan setiap hari di Feed di Facebook, Instagram, dan teknologi kami lainnya,” ujar Facebook.

Mengingat bahasa-bahasa populer seperti Inggris, Mandarin, Spanyol, dan Arab—mendominasi konten di dunia maya. Penutur asli dari bahasa yang digunakan secara luas ini mungkin tidak menganggap betapa berartinya membaca sesuatu dalam bahasa ibu Anda sendiri.

“Mesin Terjemahan bahkan tidak berfungsi untuk bahasa yang kami gunakan, jadi itu sebabnya kami memulai proyek ini,” ujar salah satu peneliti Meta AI, Angela Fan.

Baca Juga: Meta Kuasai 90% Pasar Headset VR pada Q1 2022

Angela meyakini bahwa kemampuan untuk membangun teknologi yang bekerja dengan baik dalam berbagai bahasa yang lebih luas, akan membantu mendemokratisasi akses ke pengalaman imersif di dunia virtual. Di mana NLLB akan membantu lebih banyak orang membaca hal-hal dalam bahasa pilihan mereka, daripada selalu membutuhkan bahasa perantara yang tidak jarang malah mengakibatkan sentimen atau konten salah.

“Kami memiliki motivasi inklusi seperti — ‘apa yang diperlukan untuk menghasilkan teknologi terjemahan yang cocok untuk semua orang’?,” ungkap peneliti Meta AI, Angela Fan.

NLLB juga dapat membantu memajukan teknologi lain, seperti membangun asisten cerdas yang bekerja dengan baik dalam bahasa seperti Jawa dan Uzbekistan, atau membuat sistem untuk mengambil film Bollywood dan menambahkan subtitel akurat di dalam bahasa Swahili atau Oromo.