Kominfo Siap Bangun Pusat Data Nasional di Batam

Jakarta, Gizmologi – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Infomatika (Kominfo) sedang menyiapkan empat Pusat Data Nasional (PDN) untuk mendukung penerapan kebijakan berbasis data (data driven policy) dan pelayanan publik yang efisien, efektif dan transparan.

“Pemerintah akan membangun empat PDN berstandar global Tier- IV, Tingkat yang sangat tinggi untuk standar pusat data,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate dalam siaran pers yang diterima Gizmologi.

Hal itu dikatakan Johnny saat kunjungan kerja ke Batam, Kepulauan Riau. Di mana Pemerintah berencana membangun Pusat Data Nasional di Kawasan Deltamas Industrial Estate (Jabodetabek), Nongsa Digital Park Batam, Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur dan Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur).

Pusat Data Nasional ini dibuat agar Indonesia bisa menerapkan tata kelola satu data. Dengan satu data, pemerintah bisa mengambil kebijakan berbasis data (data driven policy) sehingga aturan bisa lebih cepat dan akurat.

“Pembangunan PDN ini memberi sumbangsih besar dalam rangka tata kelola data nasional, setidaknya untuk mendukung electronic government sehingga kebijakan-kebijakan negara lebih akurat,” kata Johnny.

Menurutnya, tata kelola data yang lebih mumpuni pada sektor sektor publik maupun sebagai pelayanan kebutuhan pemerintahan adalah harus, baik dalam lingkup data pribadi, data non-pribadi maupun transaksi elektronik. Pusat Data Nasional akan berfungsi sebagai gudang data secara digital, sementara yang menjadi wali data adalah kementerian dan lembaga yang ditunjuk.

Wali data pada sektor privat adalah penyelenggara sistem elektronik privat. “Detail teknis mengenai kapasitas storage atau memori dan kapasitas prosesor masih dalam tahap penyusunan oleh pemerintah Indonesia,” imbuh Johnny.

Johnny mengatakan sekarang pemerintah pusat dan daerah menggunakan lebih dari 2.700 pusat data. Dari jumlah tersebut, baru 3 persen yang menggunakan penyimpanan berbasis komputasi awan (cloud) sehingga banyak kendala dalam interoptabilitas data.

Baca Juga :  WIR Group-Unpad Jalin Kerja Sama Kembangkan Eduverse

Investasi Pusat Data Nasional

Ilustrasi Pusat Data Nasional
Ilustrasi Pusat Data Nasional

Di sisi lain, Pusat Data Nasional (PDN) yang sedang dibangun, bisa mendorong pertumbuhan investasi di Indonesia. Mengingat investasi dan konsumsi data di Indonesia yang sangat besar.

“Jadi potensi investasi dan konsumsi data di Indonesia sangat besar. Ini juga proyeksi dari potensi ekonomi digital Indonesia yang bertumbuh dengan pesat seperti prognosisnya,” paparnya.

Keberadaan data bersifat strategis, oleh karena itu butuh pengelolaan dan infrastruktur yang lebih memadai. Secara nasional, konsumsi data masyarakat adalah 1 watt per kapita atau setara dengan 270-300 megawatt.

Jika konsumsi meningkat menjadi 10 watt per kapita, maka butuh sekitar 2,7 gigawatt listrik. Angka 10 watt per kapita menurut Johnny belum tinggi karena Singapura saat ini konsumsi datanya 100 watt per kapita.

Rencananya, pembangunan PDN di Batam akan dibiayai pemerintah Republik Korea, dokumen pembiayaan sedang dibahas antara Kementerian Keuangan dengan EDCF. PDN di Batam akan berada di lokasi seluas lima hektar, yang disebut Kominfo sebagai standar minimal untuk satu pusat data.