Kominfo Target Operasikan Pusat Data Nasional di 2024

Jakarta, Gizmologi – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika akan membangun empat Pusat Data Nasional (PDN) di Indonesia. Menkominfo Johnny G. Plate pun menargetkan pusat data digital berbasis Internet (cloud) pertama di Indonesia siap beroperasi pada 2024.

Rencana pembangunan Pusat Data Nasional sebenarnya sudah sejak sejak lama. Namun Kominfo nampaknya terlalu lamban untuk bergerak. Pembangunan kemudian dikebut mengingat tenggat waktu atau deadline tinggal dua tahun lagi, yakni 2024. Ini adalah tahun politik, di mana bakal ada pergantian rezim dengan digelarnya Pemilihan Umum untuk memilih wakil rakyat dan Presiden.

Payung hukum inisiatif pembangunan Pusat Data Nasional bahkan telah tercantum pada Peraturan Presiden No. 95 Tahun 2018. Selain itu, urgensi pembangunan Pusat Data Nasional yang terintegrasi ini dilakukan dalam rangka mendukung kebijakan moratorium pembangunan pusat data yang disebutkan di dalam lampiran Peraturan Presiden 96 Tahun 2014 tentang Rencana Pitalebar Indonesia 2014-2019.

Pada Peraturan Presiden tersebut disebutkan bahwa instansi pemerintah melakukan moratorium pembangunan fasilitas pusat data dan pusat pemulihan data (data recovery center) untuk kemudian bermigrasi ke pusat data bersama.

Di 2024, Baru Pusat Data Nasional Pertama yang Ditargetkan Beroperasi

Flou Cloud computing network
Ilustrasi pusat data berbasis cloud (Foto: 123rf/bluebay)

Sebagai catatan, di tahun 2024 itu pun, baru satu PDN yang dipastikan akan beroperasi. Sementara tiga lainnya entah kapan. Paling tidak, sudah ada legacy atau pencapain yang terlihat, walau belum bisa beropasi secara maksimal. Sebagaimana 5G yang sampai sekarang baru sekadar ada, tapi sangat terbatas.

Kominfo menyebut, pembangunan Pusat Data Nasional (PDN) itu, yang salah satunya berlokasi di Kawasan Deltamas Industrial Estate, Cikarang Pusat, Bekasi, Jawa Barat, merupakan upaya mendukung ketersediaan infrastruktur ICT (teknologi komunikasi dan informasi) dari sektor hulu sampai dengan hilir.

Baca Juga :  Google Menghapus Jumlah Pengguna Android 12?

“Pusat data pertama akan dibangun di dekat Jakarta yang pada bulan-bulan ini bisa kami lakukan ground breaking sehingga bisa langsung digunakan pada 2024,” kata Menkominfo saat sesi Leaders’ Talk Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI), Senin (11/7/2022).

Johnny menyampaikan pemerintah juga sedang merancang pembangunan Pusat Data Nasional di Nongsa, Batam, Kepulauan Riau. PDN di Nongsa dan di Deltamas memiliki kapasitas yang hampir sama, sehingga dua sarana itu dapat saling mendukung kerja satu sama lain.
Baca juga: Kominfo Siap Bangun PDN di Batam

Pembangunan Pusat Data Nasional Wilayah Tengah & Timur

Ilustrasi Pusat Data Nasional
Ilustrasi Pusat Data Nasional

Di sisi lain, Johnny juga menyebut rencana kehadiran pusat data di wilayah tengah dan timur Indonesia demi meningkatkan efisiensi operasional pusat data. Di mana salah satu lokasi pembangunan PDN untuk wilayah Timur berada di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

“Kenapa Labuan Bajo? (Alasannya) karena fiber optic di wilayah selatan Indonesia menghubungkan Indonesia (bagian) barat, tenggara, timur, itu memungkinkan, dan sangat sedikit aktivitas vulkanik bawah laut,” sebutnya.

Sebagai pembanding jaringan kabel optik bawah laut di wilayah utara, yang membentang dari utara Kalimantan, Sulawesi khususnya Manado, Maluku Utara, kemudian Biak dan Jayapura di Papua. “Aktivitas vulkanik (di daerah itu) sangat besar sehingga berulang kali terjadi kabel laut putus karena gunung bawah laut meletus, sehingga alternatif (perlu) kami siapkan,” kata Johnny.

Iebih lanjut, ia menyampaikan pemerintah berupaya mempercepat pembangunan pusat data nasional berbasis cloud demi mendukung digitalisasi layanan pemerintahan (e-government), dan menjadikan berbagai kebijakan publik ke depan dibuat berdasarkan data (data driven policy).

“Untuk pemerintah saja, saat ini dalam rangka e-government menggunakan 2.700 pusat data dan server. (Dari jumlah) ini hanya 3 persen saja yang berbasis cloud,“ kata dia.

Baca Juga :  Google Beri Dukungan untuk UKM dan 10 Ribu Beasiswa di Indonesia