Bisnis Data Center Terus Tumbuh, DCI Raih Laba Rp143 Miliar di Semester 1 2022

Jakarta, Gizmologi – Pandemi Covid-19 menjadi berkah tersendiri bagi yang bergerak di sektor teknologi. Karena mempercepat transformasi digital di seluruh area, termasuk untuk adopsi cloud. Hal ini diakui oleh Toto Sugiri, Presiden Direktur PT DCI Indonesia Tbk (IDX: DCII), saat public expose yang digelar secara virtual hari ini (31/8/2022).

“Pusat data sebagai pendukung infrastruktur digital juga mengalami pertumbuhan yang pesat. Terlihat dari masuknya pemain-pemain baru di sektor data center. Namun, DCI mampu mempertahankan posisinya sebagai market leader dengan dominasinya mencapai 56%,” ungkap Toto.

Di tengah pesatnya pertumbuhan industri penyedia pusat data nasional, PT DCI Indonesia Tbk (IDX: DCII), berhasil menutup semester 1 tahun 2022 dengan kinerja yang cukup kinclong.

Hal ini tak lepas dari upaya perseroan yang pada tahun 2022 ini menyediakan lokasi pusat data di beberapa lokasi dan terus tingkatkan kualitas layanan pusat data. Perusahaan menyebut konsisten akan terus memenuhi kebutuhan data center colocation dengan kualitas layanan terbaik.

Kinerja DCI Indonesia

Toto menambahkan, pihaknya telah dipercaya oleh para pelaku bisnis yang tercermin secara positif dalam pembukuan dengan profitabilitas yang sehat di tengah tingginya kompetisi di industri pusat data Indonesia.

“Selain bertumbuh 22% dari sisi pendapatan, laba bersih perseroan turut meningkat sebesar 29%. Kinerja ini merupakan hasil dari implementasi inisiatif strategis dan efisiensi operasional yang telah dijalankan,” ujarnya.

DCII mengumumkan kenaikan pendapatan di semester 1 tahun 2022 mencapai 22% menjadi 458 Miliar YoY (year-on-year). Perseroan berhasil mencetak laba bersih mencapai Rp143 miliar atau naik 29% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan pendapatan ini dianggap merupakan hasil dari optimalisasi berbagai strategi dan inovasi yang menjadi kunci sukses perseroan dalam mempertahankan pertumbuhan bisnis yang baik.

Baca Juga :  Samsung Bespoke AirDresser, Lemari Canggih dengan Fitur Batik Care Harga Rp24 Jutaan
kinerja DCII

Fokus pada 3 tantangan utama

Toto Sugiri Presiden Direktur PT DCI Indonesia Tbk
Toto Sugiri, Presiden Direktur PT DCI Indonesia Tbk

Pendiri DCII tersebut menegaskan bahwa perusahaan saat ini fokus pada 3 (tiga) tantangan utama pada industri pusat data tahun 2022. Menurutnya, sektor data center semakin kompetitif akibat akselerasi digital yang meliputi pemenuhan permintaan pasar, kompetisi di tengah kemunculan pemain baru di industri, dan memastikan terpenuhinya kepatuhan terhadap aspek ESG (Environmental, Social, dan Governance).

Tantangan pertama adalaah memenuhi permintaan pasar yang semakin tinggi. Oleh karena itu, perusahaan melanjutkan pembangunan gedung pusat data dan DCI Platform dengan multiple locations.

Perseroan telah mengoperasikan lima gedung pusat data dengan total kapasitas 52 MW. DCI Platform terus melanjutkan ekspansi melalui pembangunan gedung pusat data di beberapa lokasi dengan standar operasional global. Ada dua yang sudah beroperasi yaitu DCI Hyperscale 1 di Cibitung dengan power capacity lebih dari 300 Megawatt (MW) yang menggunakan gas power plant sebagai sumber energi. Serta
DCI Hyperscale 2 di Karawang dengan power capacity lebih dari 600 MW dan untuk kedepannya akan mampu menghasilkan renewable energy lebih dari 30 MW.

Mereka juga tengah membangun DCI Hyperscale 3 di Bintan dengan power capacity lebih dari 1.000 MW yang saat ini sedang dalam proses perencanaan. Site Bintan ini sendiri akan menjadi salah satu green data center yang akan menggunakan renewable energy sebagai sumber power utama.

Tantangan kedua adalah munculnya pemain baru di industri pusat data. Untuk mengatasinya, DCI berusaha meningkatkan kualitas layanan terbaik dan memberikan nilai tambah lebih banyak untuk pelanggan.

Tantangan ketiga, kenaikan tarif daya listirk dan meminimalkan emisi karbon. Menurut pria nyentrik yang juga merupakan salah satu pendiri ISP pertama di Indonesia, Indonet, perseroan turut memperhatikan aspek keberlanjutan sebagai perhatian utama dalam pembangunan pusat data.

Baca Juga :  Sejak 2018, Kominfo Blokir 566.332 Konten Judi Online dan Terus Bertambah

“Tidak dapat dipungkiri, pelaku bisnis pusat data memiliki peranan penting dalam upaya mengurangi emisi karbon (CO2) di Indonesia. Salah satu bukti nyata DCI untuk meningkatkan efisiensi dalam menjalankan operasional pusat data dengan mengimplementasikan teknologi artificial intelligence (AI) dan menerapkan hyperscale design yang efisien,” pungkasnya.