Bermitra dengan Kemenko PMK, PANDI Lestarikan Aksara Nusantara

Jakarta, Gizmologi – Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) bermitra dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Kerja sama ini dalam upaya pelestarian, pengembangan, dan pembinaan budaya nusantara, khususnya aksara nusantara.

“Kolaborasi yang sudah dilakukan dalam beberapa waktu ini, hari ini diwujudkan dalam bentuk kerja sama, dalam bentuk penandatanganan perjanjian kerja sama untuk menjadikan MIMDAN sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental,” kata Ketua PANDI Yudho Giri Sucahyo, dalam keterangannya, Minggu (29/5).

Kerja sama itu diwujudkan dalam bentuk penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) kolaborasi Gerakan Nasional Revolusi Mental dengan program Merajut Indonesia Melalui Digitalisasi Aksara Nusantara (MIMDAN) dan Indonesia Bangga (www.indonesiabangga.id), yang dilaksanakan di kantor PANDI di Tangerang, Banten, Jumat (27/05).

“Program ini (MIMDAN) sudah memasuki tahun ketiganya, mungkin karena kami mengawal kegiatan tersebut secara konsisten, maka pemerintah kemudian menganggap bahwa program ini layak dijadikan salah satu bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental,” kata Heru Nugroho selaku inisiator program MIMDAN, yang juga Wakil Ketua PANDI Bidang Pengembangan Usaha, Kerjasama & Pemasaran.

Lestarikan Aksara Nusantara

Aksara Nusantara

Heru berharap generasi muda Indonesia bisa menyadari bahwa sejak dahulu, leluhur bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki kultur peradaban yang kuat. Hingga mampu menciptakan berbagai varian aksaranya sendiri dalam mengekspresikan bahasanya.

“Karena Aksara merupakan kunci untuk membuka sebuah peradaban intelektual dan leluhur bangsa Indonesia sudah memulainya sejak lebih dari seribu tahun lalu,” kata Heru menambahkan.

Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Budaya, dan Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenko PMK Didik Suhardi mengapresiasi apa yang dilakukan oleh PANDI yang telah mendigitalisasikan aksara daerah, sehingga di rasa sejalan dengan program Gerakan Nasional Revolusi Mental.

Baca Juga :  Pasarkan Cloud, Huawei Spark Rekrut 100 Startup dan Developer Indonesia

“Ini tentu upaya yang luar biasa, kami mengapresiasi apa yang dilakukan oleh PANDI yaitu mendigitalisasi aksara daerah yang ini merupakan kekayaan budaya kita yang tentu perlu kita lestarikan, kita kembangkan dan tentu kita bina dan kita manfaatkan,” katanya.