Jutaan Email Phishing Menyamar jadi Berkas HTML

Jakarta, Gizmologi – Kaspersky menemukan jutaan email phishing yang menyamar jadi berkas HTML. Hal tersebut direkayasa sehingga menyamarkan aksi pencurian data dan tindak kejahatan siber lainnya agar tidak terdeteksi sebagai spam yang mengandung virus.

“Para pelaku kejahatan siber dengan cerdik menggunakan permintaan yang disamarkan untuk kredensial masuk dan mengelabui korban yang tidak menaruh curiga agar memasukkan nama pengguna dan kata sandi mereka,” kataPeneliti keamanan siber di Kaspersky, Roman Dedenok, dalam keterangannya, Senin (23/5/2022).

Selama periode Januari hingga April 2022, perusahaan keamanan siber tersebut memblokir hampir 2 juta surat elektronik phishing yang berisi lampiran HTML. Peneliti menemukan ada dua metode untuk menyebarkan HTML berbahaya ini.

Menyamarkan Jadi Berkas HTML Phising menyamar jadi berkas HTML

Semua bisa terkena phising (mediakonsumen.com)Pertama, berkas HTML berisi tautan phishing. Penjahat siber mengirim berkas HTML berisi teks di dalamnya. Agar terlihat meyakinkan, peretas menuliskan surat yang seolah dari insitusi resmi, misalnya pemberitahuan dari bank karena ada transfer dalam nomilan besar.

Pengguna diminta mengeklik tautan ke situs bank, yang sebenarnya adalah halaman phishing. Agar telihat meyakinkan, penjahat siber meniru tata letak, gambar tulisan hingga logo resmi sebuah institusi.

Korban diminta membuka lampiran HTML dan mengisi sejumlah data. Model kedua penipuan berbasis HTML berupa halaman phishing secara utuh. Korban diminta untuk masuk (login) ke situs palsu tersebut.

Supaya terhindar dari pencurian data seperti ini, Kaspersky meminta pengguna internet untuk memeriksa tautan sebelum mengeklik. Arahkan kursos ke atas untuk melihat pratinjau URL, periksa apakah ada kesalahan eja atau kejanggalan lainnya.

Sebelum memasukkan data-data login, pastikan situs tersebut diawali “HTTPS”, yang menunjukkan koneksi ke situs tersebut adalah aman.

Baca Juga :  Minat Pemodal Danai Startup Kripto dan Proyek Blockchain Diklaim Masih Tinggi