Punya Sistem Manajemen Marketplace E-Commerce, UPFOS Digandeng Jet Commerce

Jakarta, Gizmologi – Tren e-commerce di Indonesia meningkat pesat terutama sejak masa pandemi. Bank Indonesia (BI) mencatat total nilai transaksi e-commerce pada Februari 2022 sebesar Rp30,8 triliun atau naik 12,82% year on year (yoy) dari Februari 2021 yang sebesar Rp27,3 triliun.

Sementara itu total nilai transaksi di tahun 2021 saja mencapai Rp403 triliun dan diprediksi akan meningkat 31,4 persen atau Rp530 triliun pada 2022. Di Indonesia, cukup banyak e-commerce yang biasa dimanfaatkan konsumen untuk berbelanja. Sebagian besar adalah marketplace seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak dan lainnya.

Di balik pesatnya e-commerce, ada perusahaan di balik layar yang cukup sibuk mengelola sistem penjualan. Seperti Jet Commerce yang merupakan perusahaan e-commerce enabler yang menjadi partner sejumlah brand yang ingin berbisnis e-commerce. Didirikan pada Agustus 2017 di Indonesia, kini Jet Commerce telah ekspansi menjangkau Thailand, Vietnam, Philippines, Malaysia dan China.

Kolaborasi Jet Commerce dan UPFOS

jetcommerce ufos ecommerce

Untuk memperkuat layanan e-commerce enabler, Jet Commerce menggandeng UPFOS sebagai Authorized Channel Partner. UPFOS adalah perusahaan layanan e-commerce berbasis SaaS (Software-as-a-System) yang mengembangkan sistem manajemen marketplace terpadu.

Kerja sama ini disebut memungkinkan Jet Commerce Indonesia untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan operasional bisnis e-commerce mitra brand-nya dan seller lokal di berbagai marketplace. Karena para mitranya bisa memanfaatan teknologi berupa Marketplace Management System yang dimiliki UPFOS.

Direktur Marketing Jet Commerce Indonesia Agustina Putri Wijaya menyampaikan antusiasmenya menyambut kerja sama ini sebagai salah satu upaya bagi perusahaannya dalam mendorong pertumbuhan bisnis e-commerce mitra brand-nya. Menurutnya, sistem ini dinilai dapat mempermudah pengelolaan pesanan, inventaris, produk, gudang, hingga manajemen pelanggan melalui satu sistem yang sama.

“Sebagai respon terhadap meningkatnya adopsi e-commerce sebagai kanal penjualan bagi brand dan seller lokal yang turut memperketat peta persaingan di industri e-commerce Indonesia, kami melihat adanya kebutuhan untuk scale up bisnis e-commerce mitra brand kami dengan mendorong dan mempercepat pertumbuhannya melalui teknologi, guna memenangkan market. Untuk itu, kami menilai sistem milik UPFOS dapat menjadi solusi sebagai nilai tambah bagi mitra-mitra kami,” ucap Agustina, saat jumpa pers di Jakarta (24/05).

Baca Juga :  Capai 700 Juta Pengguna, Telegram Premium Diresmikan dengan Biaya Rp79 Ribuan

Sementara Rudy Setiawan, Head of UPFOS Indonesia mengatakan pihaknya melihat kerja sama ini dapat membuka peluang bagi untuk turut berkontribusi terhadap perkembangan ekosistem industri e-commerce di Indonesia melalui teknologi dan jaringan yang Jet Commerce miliki.

Menurutnya, saat ini berbelanja online melalui ecommerce sudah menjadi hal yang lumrah bagi konsumen Indonesia. Tak heran bila brand dan seller lokal gencar mengadopsi e-commerce sebagai kanal penjualannya. Namun, mengelola operasional dan pengeluaran untuk bisnis e-commerce secara efisien menjadi tantangan baru yang muncul bagi brand dan seller lokal. Inilah tantangan yang ingin diselesaikan oleh UPFOS.

Teknologi Marketplace Management System Mampu Olah 5000 Transaksi Per Menit

UPFOS Marketplace Management SystemSebagai perusahaan layanan e-commerce berbasis SaaS (Software-as-a-System), teknologi UPFOS hadir untuk menyederhanakan kompleksitas yang terjadi dalam proses pengelolaan bisnis e-commerce. Perusahaan ini mengembangkan teknologi Marketplace Management System yang diklaim mampu mengintegrasikan pengelolaan semua kanal penjualan secara real-time, atau disebut dengan omnichannel.

Sebagai sistem yang berfungsi untuk mengelola operasional e-commerce, Marketplace Management System milik UPFOS didesain dengan menyesuaikan pasar e-commerce Asia Tenggara yang memiliki banyak periode kampanye belanja online dalam setiap tahunnya, seperti kampanye Ramadan dan Harbolnas di Indonesia.

Sistem UPFOS didesain untuk mampu memproses hingga 100.000 pesanan per hari, dengan tingkat konkurensi yang tinggi. Perusahaan mengklaim  mampu dengan stabil mengolah hingga 5.000 pesanan per menitnya secara bersamaan, berkat teknologi komputasi awan yang digunakan. Selain dari kestabilan sistemnya, UPFOS juga melakukan penyesuaian dengan pasar e-commerce Asia Tenggara yang sangat aktif melalui fitur – fitur yang dihadirkannya.

Salah satunya adalah fitur Auto Order Processing yang memudahkan brand dan seller lokal untuk memproses pesanan yang masuk dari semua marketplace secara otomatis, sehingga mereka tidak perlu mengkonfirmasi pesanan satu per satu secara manual. Saat periode kampanye khusus, brand dan seller lokal juga dapat mencegah terjadinya overselling dengan fitur Lock Product Inventory, yang memungkinkan untuk mengunci jumlah stok produk yang akan dijual khusus pada periode kampanye tersebut. Proses pemantauan stok produk menjadi lebih efisien karena jumlah stok produk di sistem UPFOS dan di marketplace tersinkronisasi secara real-time.

Baca Juga :  Terjadi Lagi! Dugaan Kebocoran 1,3 Miliar Data Sim Card Indonesia

Tak hanya itu, sistem UPFOS juga memungkinkan penjual untuk meningkatkan efisiensi dalam restocking produk dan pengelolaan inventaris di gudang. Melalui fitur Forecasting, sistem UPFOS mampu memberikan rekomendasi jumlah stok produk yang harus disiapkan berdasarkan laporan penjualan periode sebelumnya. Sementara itu, dengan fitur Warehouse & Product Location, sistem UPFOS juga mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan inventaris di gudang, karena semua lokasi produk di gudang terdata dan dapat dilacak pada sistem UPFOS, sehingga dapat mempercepat pemrosesan pesanan pelanggan.