Indosat Ooredoo Hutchison Siap Bangun 800 BTS 5G di Paruh Kedua 2022

Jakarta, Gizmologi – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) akan terus memperluas cakupan sinyal 5G di Indonesia. Rencananya mereka akan membangun 800 menara Base Transceiver Station/BTS 5G hingga akhir 2022.

Director and Chief Regulatory Indosat Ooredoo Hutchison Muhammad Danny Buldansyah, mengatakan ratusan BTS itu akan dipasang agar pelanggan bisa menikmati jaringan seluler generasi kelima.

“Saat ini 5G IOH sudah merambah di 5 kota. Nantinya kami akan kembangkan lagi sampai akhir tahun ini akan membangun 800 BTS di seluruh Indonesia,” ujar Danny, Selasa (31/5/2022).

Hanya saja Danny tidak bisa menyebutkan daerah mana saja yang bakal diselimuti oleh 5G milik IOH selanjutnya. Mengingat saat ini layanan jaringan generasi kelima dari IOH baru mencakup lima wilayah, seperti Jakarta, Makassar, Solo, Surabaya dan Balikpapan.

Kendati demikian menurut Danny, IOH sudah memetakan data terkait wilayah atau kota selanjutnya yang akan dihadirkan jaringan 5G. Salah satu strategi IOH dengan melihat banyaknya pengguna smartphone 5G yang tersebar di satu wilayah.

IOH Bangun 800 BTS 5G

IOH Bangun 800 BTS 5G

“Tinggal pilih tempat-tempatnya. Apakah kantong-kantong industri, apakah kantong mahasiswa dan pelajar, ini kami lagi review ke mana akan menggelar 5G,” kata Danny.

“Kami ada datanya, tinggal lihat oh daerah sini headset 5G-nya sudah ready, sudah 60-70%, jadi kami akan lihat itu,” ujar Danny.

Sebagai informasi pada November 2021, PT Indosat Tbk dan PT Hutchison 3 Indonesia resmi bergabung atau merger. Keduanya pun tengah merampungkan tahap integrasi layanan dan teknologi, mengingat kedua operator seluler memiliki pangsa pengguna yang berbeda.

Danny memprediksi proses integrasi kedua perusahaan itu akan tuntas pada Desember 2022, kurang lebih satu tahun dari penetapan merger. “Ini rencananya selesai satu tahun, jadi sebagian besar selesai Desember tahun ini sudah menjadi satu dengan teknologi Multi Operator Core Network (MOCN). Ada sisa sedikit Maret tahun depan,” tutupnya.

Baca Juga :  Duh! Rerata Kecepatan Internet Indonesia Masih Paling Lemot se-ASEAN