Jadi Mitra Implementasi Kurikulum Merdeka, Ini yang Dilakukan Kelas Pintar

Jakarta, Gizmologi – Tahun ajaran baru 2022/2023 telah tiba. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengeluarkan kebijakan tentang implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) kepada satuan pendidikan.

Ini merupakan opsi tambahan dalam rangka melakukan pemulihan pembelajaran selama 2022-2024. Di mana saat pandemi COVID-19, banyak yang terkendala dalam proses pembelajaran di satuan Pendidikan yang memberikan dampak cukup signifikan.

Baca juga: Duolingo English Test Bantu Pelajar dan Mahasiswa untuk Belajar di Luar Negeri

Dilansir dari laman Kemendikbudristek, Implementasi Kurikulum Merdeka adalah pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik.

Untuk membangun IMK, Kemdikbudristek menggandeng sejumlah mitra. Salah satunya adalah Kelas Pintar yang merupakan penyedia solusi pendidikan berbasis teknologi. Startup edutech ini terpilih menjadi salah satu dari 19 Mitra Pembangunan yang akan membantu Kemdikbudristek dalam mempercepat, memfasilitasi, dan menguatkan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) di seluruh wilayah Indonesia.

Kelas Pintar Satu-satunya perusahaan edutech mitra Implementasi Kurikulum Merdeka

Implementasi Kurikulum Merdeka
Implementasi Kurikulum Merdeka

Sebagai mitra, Kelas Pintar selanjutnya akan berpartisipasi aktif dalam sosialisasi, pendampingan satuan pendidikan binaan, penyusunan modul dan perangkat ajar, hingga melakukan pengunggahan sumber/bahan ajar pada Platform Merdeka Mengajar.

“Berbekal pengalaman dan sumber daya manusia yang kompeten di bidang pendidikan berbasis teknologi, kami percaya Kelas Pintar bisa berkontribusi dalam upaya memajukan dunia pendidikan tanah air melalui akselerasi dan penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka,” jelas Fernando Uffie, Founder dan CEO Kelas Pintar, di Jakarta (24/8).

Ia mengungkapkan, alasan terpilihnya Kelas Pintar sebagai Mitra Pembangunan Implementasi Kurikulum Merdeka. Menurutnya, Kelas Pintar memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Kemdikbudristek. Di antaranya meliputi mandiri dalam hal pendanaan, sudah memiliki sekolah binaan, sudah memiliki MoU dengan Pemerintah Daerah, serta diharapkan sudah pernah bekerja dengan daerah binaan minimal selama 1 tahun, dan memiliki fokus pada peningkatan proses pembelajaran.

Baca Juga :  Kolaborasi BliBli x Jumpstart Hadirkan Vending Machine Produk UMKM

Kelas Pintar diklaim menjadi satu-satunya perusahaan edukasi teknologi yang menjadi Mitra Pembangunan Implementasi Kurikulum Merdeka ini.

Ia menambahkan, Kelas Pintar saat ini telah digunakan oleh lebih dari 1.000 Sekolah di seluruh Indonesia. Di mana 523 Sekolah di antaranya merupakan Sekolah Binaan Implementasi Kurikulum Merdeka.

Sekolah Binaan Kelas Pintar terdiri dari berbagai jenjang, yaitu 351 sekolah di jenjang sekolah dasar, 146 di jenjang sekolah menengah pertama, dan 26 sekolah di jenjang sekolah menengah atas. Sekolah binaan tersebut tersebar di beberapa wilayah, antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Bali.

10 Hal yang Dilakukan Untuk Implementasi Kurikulum Merdeka

Lebih lanjut Uffie juga merinci tentang beragam kegiatan yang sudah dan akan dilakukan oleh Kelas Pintar sebagai Mitra Pembangunan Implementasi Kurikulum Merdeka, yaitu:

  1. Melakukan webinar dan atau seminar ke satuan pendidikan binaan.
  2. Melakukan visitasi dan pendampingan satuan pendidikan binaan secara berkelompok di ruang lingkup provinsi, kota/kabupaten, kecamatan, dan satuan pendidikan.
  3. Menyediakan narasumber untuk berbagai kegiatan sosialisasi Implementasi Kurikulum Merdeka yang diselenggarakan oleh BPMP, Dinas Pendidikan dan Satuan Pendidikan di daerah binaan.
  4. Melakukan webinar dan atau seminar bedah/penyusunan ATP, serta penyusunan modul ajar.
  5. Menyusun Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila untuk Fase A sampai dengan Fase E yang dapat digunakan oleh satuan pendidikan binaan.
  6. Menyusun perangkat ajar (ATP) yang dapat digunakan oleh satuan pendidikan binaan, serta mendokumentasikannya di Platform Merdeka Mengajar, atau di Platform Kelas Pintar, sehingga dapat digunakan oleh seluruh satuan pendidikan
  7. Mengadakan pelatihan penggunaan Platform Merdeka Mengajar untuk Satuan Pendidikan binaan Kelas Pintar
  8. Melakukan pendampingan di satuan pendidikan binaan untuk pembentukan dan atau pengaktifan komunitas belajar di sekolah (MGMPS).
  9. Membentuk komunitas belajar dari Kelas Pintar yang dapat diikuti oleh satuan pendidikan binaan, maupun satuan pendidikan nonbinaan Kelas Pintar.
  10. Melakukan kegiatan atau berbagi materi Implementasi Kurikulum Merdeka melalui komunitas belajar Kelas Pintar yang diikuti oleh satuan pendidikan binaan dan nonbinaan.
    Adapun alasan terpilihnya Kelas Pintar sebagai Mitra Pembangunan Implementasi Kurikulum Merdeka dikarenakan Kelas Pintar memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Kemdikbudristek ini meliputi mandiri dalam hal pendanaan, sudah memiliki sekolah binaan, sudah memiliki MoU dengan Pemerintah Daerah, serta diharapkan sudah pernah bekerja dengan daerah binaan minimal selama 1 tahun, dan memiliki fokus pada peningkatan proses pembelajaran. Kelas Pintar pun menjadi satu-satunya perusahaan edukasi teknologi yang menjadi Mitra Pembangunan Implementasi Kurikulum Merdeka ini.
Baca Juga :  Kominfo Buka Seleksi Penggunaan Pita Frekuensi 2,1 GHz