Huawei Mate 50 Series Bawa Sistem Variable Aperture, Chipset Snapdragon 8+ Gen 1

China, Gizmologi – Ketika diluncurkan, generasi flagship sebelumnya yakni Huawei P50 Pro bisa dibilang sedikit tertinggal, karena mengusung chipset yang rilis satu tahun sebelum sang produk dirilis. Kali ini, Huawei Mate 50 Series hadir mengejar ketertinggalan, meski masih belum mendukung 5G.

Sama seperti seri-seri sebelumnya, Huawei Mate 50 di tahun 2022 hadir setidaknya dalam tiga varian berbeda; Mate 50, Mate 50 Pro dan Mate 50 RS Porsche Design. Ketiganya sama-sama membawa spesifikasi kunci sesuai standar flagship masa kini—hanya saja varian RS memiliki sejumlah keunggulan, dan desain sedikit berbeda dengan kamera oktagonal.

Baca juga: Huawei Watch D Diresmikan di Indonesia, Bisa Ukur Tekanan Darah

Sementara Huawei Mate 50 standar & Pro sama-sama memiliki desain modul kamera membulat yang berada di tengah atas bodi belakang, seolah menunjukkan kemampuannya dalam sektor fotografi & videografi. Uniknya, Huawei masih gunakan notch yang cukup lebar untuk berikan sistem pemindaian wajah tiga dimensi. Meski juga dilengkapi sensor sidik jari in-display.

Huawei Mate 50 Series Bisa Terhubung ke Satelit Beidou

Huawei Mate 50 Pro

Sama-sama memiliki notch lebar, layar Huawei Mate 50 Series berukuran 6,7 inci dengan panel OLED 120Hz dan kedalaman warna 10-bit, alias bisa tampilkan hingga 1 milyar warna. Hanya varian standar saja yang memiliki refresh rate maksimum 90Hz, namun panelnya kurang lebih sama, lengkap dengan kamera depan 13MP.

Kali ini, ketiga opsi Huawei Mate 50 sama-sama hadir membawa chipset Snapdragon 8+ Gen 1. Sayangnya, masih belum bisa mendukung jaringan 5G, akibat situasi tertentu dengan Amerika Serikat. Tapi masih ada hal menarik yang dibawa, yakni mendukung konektivitas berbasis satelit—sesuatu yang rumornya juga bakal hadir di iPhone 14 Pro nantinya. Apa fungsinya?

Baca Juga :  Smartphone ZTE Kembali Rilis di Indonesia, Siap Berkomitmen Hadirkan Inovasi Terbaru
Huawei Mate 50 RS

Dikutip dari GSMArena, Huawei Mate 50 membawa dukungan protokol Beidou Satellite Message 3. Fungsinya adalah untuk berikan kemampuan berkirim pesan dan lokasi, bahkan ketika sedang tidak tersambung pada jaringan seluler sama sekali. Belum ada informasi lebih lanjut apakah bakal bisa dimanfaatkan secara global atau tidak.

Chipset kencang pada Huawei Mate 50 Series dipadukan bersama baterai 4,700 mAh (4,460 mAh di varian standar), yang bisa diisi daya lewat protokol fast charging 66W maupun 50W secara nirkabel. Huawei juga berikan sebuah fitur baru yang memungkinkan perangkat untuk bisa menyala sampai 3 jam, meski baterai tersisa 1% saja.

Harga Huawei Mate 50 Series Mulai Rp10 Jutaan

Huawei Mate 50 Pro

Meski sudah tidak bekerja sama dengan Leica, Huawei masih tetap terus berinovasi termasuk pada bagian hardware. Sensor utama Huawei Mate 50 Series beresolusi 50MP dan memiliki diafragma yang bisa berubah hingga enam nilai berbeda, mulai f/1.4 sampai f/4. Sensor tersebut ditemani dengan multispectral sensor 10-bit, dan laser autofocus untuk percepat pengambilan fokus dari semua sensor.

Sama-sama punya sensor ultra-wide, khusus Huawei Mate 50 RS saja yang gantikan sensor telefoto 3,5x OIS menjadi periskop dengan kemampuan makro. Semua varian sama-sama mendukung fitur “200x super zoom”, ditambah dengan Huawei XMAGE yang kini menjadi teknologi pemrosesan rancangan sendiri.

Ketiga varian smartphone flagship Huawei terbaru ini baru akan hadir di negara asalnya—belum ada informasi terkait ketersediaannya secara global. Varian standar dibanderol mulai CNY4,999 (Rp10,6 jutaan), sementara harga Huawei Mate 50 Pro mulai CNY6,799 (Rp14,5 jutaan).