Huawei Connect 2022 Ungkap Berbagai Solusi Inovatif Dukung Transformasi Digital

Bangkok, Gizmologi –  Setiap tahunnya, Huawei memiliki ajang unggulan di industri TIK yang bertajuk Huawei Connect. Jika tahun lalu digelar secara daring karena masih dalam suasana pandemi, tahun ini Huawei Connect 2022 digelar secara luring dengan mengambil tempat di Bangkok, Thailand.

Sekitar 5.000 peserta dari berbagai negara berkumpul di kota yang menjadi salah satu pusat teknologi digital Asia Tenggara ini. Gizmologi mendapat kesempatan untuk menyaksikan secara langsung berbagai inovasi yang dihadirkan di ajang Huawei Connect 2022 ini.

Mengambil tema “Unleash Digital”, Huawei Connect 2022 resmi dibuka mulai hari ini (19/9). Digelar selama 3 hari, Huawei melansir beberapa produk, portofolio, dan solusi TIK yang didesain untuk memenuhi kebutuhan beragam skenario industri.

Bangkok sendiri merupakan kota pembuka sebagai bagian dari rangkaian tur global Huawei Connect 2022. Selanjutnya, ajang ini akan menyambangi kota-kota terkemuka beragam benua, yakni Dubai, Paris, dan lokasi acara terakhir, Shenzhen, Tiongkok.

Baca juga: Nilai Ekonomi Digital Indonesia Diprediksi Naik 2x Lipat pada 2025

Tiga Inisiatif Huawei Dukung Transformasi Digital

Ken Hu Huawei
Ken Hu, Rotating Chairman Huawei saat memberi sambutan di Huawei Connect 2022

Dalam sambutannya, Ken Hu, Rotating Chairman Huawei, menyoroti pertumbuhan PDB tidak stabil selama dua tahun terakhir. Namun, ekonomi digital telah mengalami pertumbuhan yang konsisten pada skala global, yaitu lebih dari 15% pada tahun 2021. Ini telah mendorong banyak organisasi untuk mentransformasi penawaran layanan dan operasionalnya dengan teknologi digital generasi berikutnya.

“Menjadi digital jelas merupakan pilihan yang tepat. Permintaan ada di sana, begitu juga dengan teknologinya. Dunia makin mengoptimalkan produktivitas digital, dan inlah yang benar-benar terjadi sekarang,” ujar Hu.

Oleh karena itu, ia menekankan adanya tiga cara yang dapat dilakukan ekosistem TIK untuk membantu menjawab hambatan utama dalam penyelenggaraan transformasi digital.

Baca Juga :  Harga Resmi Huawei Matepad Pro 11 di Indonesia, Dibanderol Rp 12 Jutaan

“Pertama, meningkatkan infrastruktur digital, termasuk meningkatkan konektivitas dan sumber daya komputasi yang lebih kuat dan makin beragam,” ujarnya.

Selanjutnya, langkah kedua adalah membantu organisasi untuk lebih dari sekadar mengadopsi cloud sederhana. Benar-benar memanfaatkan cloud, dan fokus pada layanan teknologi canggih yang mampu mendorong terjadinya lompatan-lompatan besar pada pengembangannya.

“Terakhir, membangun ekosistem digital lokal, termasuk pengembangan mitra, memperkuat kumpulan talenta digital, dan memberikan lebih banyak dukungan untuk UKM,” imbuhnya.

Huawei Connect 2022: Unleash Digital

Huawei Connect 2022 Gizmologi
Chief Editor Gizmologi menghadiri Huawei Connect 2022

Sebagaimana telah disinggung di atas, ajang Huawei Connect 2022 membahas berbagai teknologi terkini. Di antaranya seperti komputasi awan, AI, dan 5G, serta memperoleh pengalaman praktis bersama pakar di lokasi acara.

Ajang ini mengundang pelaku industri TIK, pakar, dan mitra dari seluruh dunia. Dari Indonesia sendiri, ada sekitar 400 peserta yang diundang ke Bangkok. Mereka bersama-sama mengeksplorasi cara mengoptimalkan produktivitas digital secara lebih efektif, mendorong penguatan ekonomi digital, dan membangun ekosistem digital yang lebih kuat.

Pada perhelatan tersebut, Huawei menyampaikan langkah-langkah strategis yang dapat menjadi pertimbangan untuk memajukan pengembangan digital di berbagai industri, dan merilis lebih dari 15 layanan cloud inovatif untuk pasar global.

Melalui gelaran ini, Huawei juga memperkuat komitmennya untuk membuka kolaborasi dan membangun kesuksesan bersama. Huawei menyerukan kepada pemerintah dan perusahaan untuk bekerja sama lebih erat untuk mengembangkan ekosistem digital lokal yang mampu membangun mitra-mitra inovasi, memperkuat program-program yang mampu meningkatkan jumlah SDM, dan memberikan dukungan kepada perusahaan-perusahaan rintisan.

Dalam sambutannya, Simon Lin, President of Huawei Asia-Pacific Region, meluncurkan buku putih Digital First Economy yang menggali lebih mendalam berbagai saran dan kebijakan yang ditargetkan untuk pembangunan infrastruktur digital dan pengembangan ekonomi digital di kawasan Asia-Pasifik.

Baca Juga :  Tokomall Rilis Project NFT Wormhole W-Unit

“Kawasan Asia-Pasifik berdiri di garis terdepan pada lanskap digital global. Huawei berkomitmen untuk menjadi kontributor utama ekonomi digital di kawasan ini. Kami akan terus mendukung upaya digitalisasi dan pembangunan berkelanjutan, serta membangun ekosistem industri,” kata Lin.

Dalam acara tersebut, para perwakilan pemerintah dari kawasan Asia-Pasifik juga tampil dan berbagi kemajuan yang telah mereka capai serta berbagi pengalaman dalam  memajukan pembangunan ekonomi digital di negara masing-masing, antara lain adalah Supattanapong Punmeechaow, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Energi Thailand; Chaiwut Thanakamanusorn, Menteri Ekonomi dan Masyarakat Digital Kerajaan Thailand; Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia; Muhammad Abdul Mannan, Menteri Perencanaan Bangladesh; David Almirol, Undersecretary of E-Government, Department of Information and Communications Technology, Filipina; dan Dr Aladdin D. Rillo, Senior Economic Advisor for the Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA).

Konferensi tiga har ini menampilkan dua sesi utama, enam pertemuan puncak, serta beberapa sesi breakout dan demo. Acara tahun ini menyelami beragam tantangan yang dihadapi pemerintah dan perusahaan dalam tahapan perjalanan transformasi digital mereka, kemajuan Huawei dalam infrastruktur digital, serta layanan cloud terbaru dan solusi mitra ekosistem perusahaan.