Kampanye Berani Bareng Noice Ajak Para Podcaster Mendukung Kebebasan Bersuara di Ruang Digital

Jakarta, Gizmologi – Jenis konten audio podcast kian diminati oleh masyarakat, tak hanya di Indonesia namun juga global. Bagaimana tidak, dibandingkan video, konten yang hanya berupa audio ini bisa dinikmati dalam lebih banyak rutinitas. Kali ini, kampanye Berani Bareng Noice diadakan sejalan dengan hari kemerdekaan RI.

Sebagai perusahaan rintisan teknologi asal Indonesia, Noice memiliki perkembangan yang cukup pesat. Mulai dari menggandeng Raffi Ahmad, sampai hingga kini ada lebih dari 500 kreator podcast orisinil nan eksklusif di dalam platform tersebut. Adanya kampanye Berani Bareng Noice menjadi cara Noice untuk merayakan kemerdekaan RI yang ke-77.

Baca juga: Tantangan Kedaulatan Data Pribadi: Dari Rendahnya Literasi Hingga Social Engineering, Kerugian Mencapai Rp114 triliun

“Kami di Noice melihat besarnya kekuatan audio konten, terutama podcast sebagai medium yang mendukung kebebasan bersuara di demokrasi era digital,” jelas Niken Sasmaya, selaku co-founder & CBO Noice dalam sebuah kesempatan daring, Kamis (18/8) lalu. Ia menambahkan, podcast telah hadir sebagai gerbang untuk kreator berbakat agar bisa berkarya dengan segala keterbatasan.

Berikan Kesempatan Beraspirasi Secara Mudah

Berani Bareng Noice

Masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasinya secara lebih luas, bisa gunakan platform milik Noice untuk menyuarakan aspirasi, tanpa harus memiliki skill percaya diri untuk tampil secara visual. “Berani Bareng Noice merupakan bentuk dukungan kami untuk para kreator dan pendengar podcast agar bisa bersama merayakan kebebasan bersuara dengan dukungan dari Noice,” tambah Niken.

Para kreator di dalam Noice alias Noicemaker diajak untuk memaknai arti kebebasan bersuara melalui konten audio mereka. Beberapa yang telah berkontribusi adalah Deddy Corbuzier lewat podcast Deddy Issues, Adriano Qalbi dan Tretan Muslim lewat podcast Musuh Masyarakat, sampai Vincent, Desta, dan Andre pada podcast Trio Kurma.

Baca Juga :  Indosat XGoogle Cloud Rilis Paket UMKM Super Combo

Salah satu Noicemaker, Aya Canina menyampaikan bila aplikasi Noice memberikannya ruang berkarya, dan tidak hanya untuk kreator ternama. Sedikit berbeda dari yang lain, ia menyampaikan karya seperti kontemplasi puisi dalam bentuk podcast. “Lewat podcast, saya merasakan kebebasan dan kemerdekaan tersendiri dalam menyuarakan karya saya di era demokrasi digital,” jelasnya.

Berani Bareng Noice Bakal Terus Ajak Para Kreator

Berani Bareng Noice

Kehadiran kampanye Berani Bareng Noice sendiri sejalan dengan tren konten podcast yang sedang naik. Indonesia sendiri menjadi yang terbesar kedua di dunia dalam nilai persentase pendengar konten podcast (per Q3 2021, dikutip dari GlobalWebIndex). Dari capaian tersebut, sudah mencakup sekitar 35,6% total pengguna internet berumur 16-64 tahun. Jumlah konten di dalam aplikasi Noice juga tentu terus meningkat, sampai lebih dari 100 ribu episode.

Meski bersamaan dengan momen hari kemerdekaan RI, Noice menyebutkan kalau kampanye Berani Bareng Noice bakal terus berlanjut dalam jangka Panjang. Namun khusus saat ini, paranoice berkesempatan mendengarkan episode khusus yang memiliki tema seputar kebebasan bersuara, langsung melalui segmen khusus “Berani Bareng Noice”.

“Lewat dukungan menyeluruh yang kami hadirkan lewat Noice Creator Program dan Noicemaker Academy, kami harap tidak ada lagi tantangan dan keterbatasan yang membatasi para kreator untuk bersuara,” jelas Niken. Pihaknya juga bakal terus aktif menggandeng kreator dan figur publik ternama untuk ikutan berkarya lewat Noice.


Cek berita teknologi, review gadget dan video Gizmologi di Google News