Aplikasi MPL (Mobile Premier League) Bakal Tutup Bisnis & PHK Karyawan di Indonesia

Jakarta, Gizmologi.id – Aplikasi MPL atau Mobile Premier League dikabarkan akan menutup bisnisnya di Indonesia. Aplikasi streaming turnamen game itu akan berhenti beroperasi di Indonesia dan memutus hubungan kerja dengan para karyawannya.

Hal ini terkuak dari sebuah artikel tech media asal India, Inc24.com. Dalam tulisannya yang dipublikasikan kemarin, pemutusan hubungan kerja ini tak hanya terjadi di Indonesia tapi juga di kantor pusatnya, India. Total karyawan yang terdampak mencapai 10 persen dari jumlah karyawan.

MPL telah memberikan konfirmasinya atas aksinya tersebut. Perusahaan mengatakan jika kebanyakan pemecatan akan dilakukan di divisi streaming.

Alasan penutupan bisnis aplikasi MPL

fitur game Samsung Galaxy A52s 5G
Ilustrasi gaming di Samsung Galaxy A52s 5G (Foto: IG SamsungIndonesia)

“Beberapa bulan belakangan merupakan masa yang sangat tidak masuk akal. Filosofi pertumbuhan perusahaan dengan segala cara sekarang telah terbalik. Pasar saat ini menginginkan pertumbuhan yang menguntungkan,” ujar pendiri MPL, Sai Srinivas dan Shubh Malhotra, dalam email yang dikutip dari MoneyControl.com

Nantinya, karyawan yang terkena dampak akan diberikan paket pesangon lengkap beserta tunjangan yang sudah menjadi hak mereka.

Aksi ini sungguh mengejutkan karena tahun lalu, MPL sempat mengakuisisi platform streaming bernama GamingMonk pada April 2021. Kabarnya, sebagian besar karyawan yang terkena PHK berasal dari bawaan GamingMonk.

“Sudah waktunya membuat keputusan sulit untuk menyebarkan kembali sumber daya kami di bagian lain dari bisnis kami, untuk memastikan kesehatan dan kesuksesan jangka panjang kami sebagai perusahaan,” kata mereka dalam email tersebut.

Dalam email tersebut, para pendiri juga menjelaskan alasan keluar dari Indonesia. Menurut mereka, Mobile Premier League melihat trafik yang makin rendah dari Indonesia. Hal ini tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan, meskipun mereka telah mengeluarkan banyak uang untuk investasi operasional di Indonesia.

Baca Juga :  Ini Keunggulan Prosesor Baru Qualcomm Snapdragon 8+ Gen 1 dan 7 Gen 1