Akhir Riwayat Browser Internet Explorer, Setelah Eksis 27 Tahun

Jakarta, Gizmologi – Peramban (browser) kenamaan dari Microsoft, Internet Explorer, resmi mengakhiri masa operasinya pada 15 Juni 2022. Sesuai dengan pengumuman di blog Microsoft, pengguna mulai dialihkan ke Edge.

Artinya pengguna sudah tidak dapat mengakses browser yang telah beroperasi selama 27 tahun tersebut. Dalam perjalanannya Internet Explorer sempat mencapai masa kejayaan pada tahun 2003, namun kemudian browser ini terpaksa harus tergantikan dengan aplikasi yang lebih cepat dan modern.

“Pada akhirnya, Internet Explorer akan dimatikan secara permanen sebagai bagian dari rencana pengembangan Windows Update, ikon Internet Explorer di perangkat akan dihapus,” kata manajer umum Microsoft Edge Enterprise, Sean Lyndersay, dikutip dari The Verge, Kamis (16/6/2022).

Microsoft melalui laman resmi mereka beberapa kali mengingatkan bahwa Internet Explorer tutup per 15 Juni 2022 dan meminta pengguna beralih ke Edge. Berkaitan dengan rencana penutupan, Internet Explorer sudah tidak mendapat pembaruan lagi sejak Agustus 2021.

Nantinya pengguna secara otomatis akan dialihkan ke Microsoft Edge sebagai apllikasi default di OS Windows, ketika membuka icon Internet Explorer, aksi ini akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan. Pengalihan ini akan mengangkut sejumlah data yang tadinya berada di Internet Explorers, seperti kata sandi, setelan peramban dan situs yang disukai.

Perjalanan Panjang Internet Explorer

Internet Explorer

Internet Explorer (dahulu Microsoft Internet Explorer) pertama kali dikenalkan pada 17 Agustus 1995. Browser ini dibuat dari source code browser Mosaic buatan Spyglass Inc yang kemudian dibeli lisensinya oleh Microsoft.

Internet Explorer saat itu menempati porsi 95% dari keseluruhan penggunaan browser. Saat itu, Internet Explorer 5 dan 6 yang memimpin penggunaan internet di dunia.

Setelah tahun tersebut, semakin banyak kompetitor yang memunculkan browser lain. Internet Explorer pun harus terus bersaing dan berinovasi agar terus relevan. Namun semakin lama, pasarnya menurun hingga 55%.

Baca Juga :  Marvel Studios Exhibition Digelar di Indonesia, Terbesar di Asia Tenggara

Penutupan Internet Explorer sebenarnya telah dimulai sejak beberapa tahun lalu. Bahkan aplikasi peramban Internet Explorer 8, 9 dan 10 telah ditutup pada 2016. Hingga akhirnya Microsoft kembali berinovasi lewat pembaruan fitur dan keamanan pada Internet Explorer 11, kemudian digantikan dengan Microsoft Edge.

Baca Juga: Microsoft Pensiunkan Browser Legendaris Internet Explorer 11

“Microsoft Edge tidak hanya lebih cepat, aman, dan memiliki pengalaman berselancarnya yang modern dibandingkan Internet Explorer, tetapi ada masalah yang lebih serius, yakni penyesuaian situs dan aplikasi yang sudah lawas,” ujar Microsoft Edge Program, Sean Lyndersay.

Browser Microsoft Edge ini telah disiapkan untuk Windows 10. Microsoft Edge berbasis software Chromium untuk Google dan Google Chrome. Di mana Microsoft Edge menjanjikan performa yang lebih baik daripada Internet Explorer. Edge juga diklaim mampu mendukung berbagai situs web yang lebih modern.

Di sisi lain, Microsoft telah menghabiskan dana hingga 100 juta US Dolar setiap tahun untuk mengembangkan Internet Explorer agar tetap relevan dan bertahan. Namun karena tidak bersaing dengan kompetitor lainnya, Google Chrome, Firefox, hingga Safari membuat para penggunanya perlahan meninggalkan Internet Explorer.