Ada 24.000 Aplikasi Pemerintah, Kominfo Mau Bikin Super App

Jakarta, Gizmologi – Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyebut ada sekitar 24.000 aplikasi milik kementerian atau lembaga yang dirasa kurang efisien. Oleh karena itu pemerintah sedang menyiapkan super apps sebagai layanan publik terpadu untuk menghasilkan satu data, bagian dari implementasi kebijakan berbasis data.

Pasalnya, banyaknya aplikasi tersebut yang bekerja sendiri-sendiri untuk pemerintah dan lembaga. Johnny pun merasa perlu menata ulang sederet aplikasi itu untuk diintegrasikan menjadi satu super app.

“Jika kita bicara pelayanan publik, maka harus kita sadari ada begitu banyak layanan yang diakses masyarakat secara parsial. Oleh karena itu, Pemerintah sedang menyiapkan public services super apps, suatu aplikasi layanan publik terpadu dalam satu aplikasi,” kata Johnny di Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia 2022, dikutip dari siaran YouTube-nya, Senin (11/7/2022).

Menurut Johnny, paling tidak hanya butuh 8 aplikasi yang terintegrasi dalam satu sistem yang sama. Super apps ini juga bertujuan mencegah duplikasi aplikasi sejenis dari berbagai kementerian dan lembaga.

“Tidak efisien dan bekerja sendiri-sendiri. Bahkan, di setiap kementerian, lembaga dan pemerintah daerah masing-masing mempunyai aplikasi yang berbeda-beda di setiap unitnya. Sangat tidak efisien,” paparnya.

Baca Juga: Kominfo Target Operasikan Pusat Data Nasional Pertama di Tahun Politik 2024

Gantikan Banyaknya Aplikasi dengan Super App

menkominfo
Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia 2022, dari siaran YouTube

Ihwal teknis penggabungan aplikasi itu, Johnny mengatakan nantinya aplikasi kementerian dan lembaga satu per satu akan dipadamkan dan dialihkan ke super app itu. “Ini sedang kita siapkan dalam roadmap Kominfo.”

Pihaknya pun mengklaim super app itu memiliki efisiensi lebih tinggi dan menghemat anggaran ketimbang yang dikeluarkan saat ini. “Puluhan triliun hematnya, kalau itu bisa dilakukan luar biasa untuk kita,” klaim politikus Partai NasDem itu.

Baca Juga :  Whuzz! 5G Indosat Ooredoo Hutchison di Sirkuit Formula E-Prix Jakarta

Di samping itu, pemerintah berencana untuk membangun empat pusat data berbasis government cloud. Untuk tahap pertama, pihaknya akan membangun itu di Jakarta, Batam, IKN Nusantara, dan Labuan Bajo.

Pembangunan pusat data nasional ini, katanya, bakal mendukung kebijakan satu data Indonesia dalam program electronic government dan pengambilan keputusan berbasis data driven policy.